Sekda Sulsel Jufri Rahman saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada SPPG di The Rinra Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman mendorong percepatan perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Jufri saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Percepatan Perolehan SLHS dan Peningkatan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada SPPG di The Rinra Makassar, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Gizi Nasional itu diikuti kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, pengelola SPPG, serta sejumlah pemangku kepentingan program pemenuhan gizi di Sulsel.
Agenda tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada BGN yang menginisiasi kegiatan ini karena menyentuh dua aspek mendasar dalam pelayanan publik, yakni jaminan mutu layanan pangan dan perlindungan bagi para pelaksana di lapangan,” ujar Jufri.
Menurutnya, percepatan SLHS bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bentuk komitmen memastikan layanan pangan memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan.
Jufri menegaskan percepatan sertifikasi membutuhkan koordinasi lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, BPOM, Dinas Lingkungan Hidup, pengelola SPPG, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keamanan layanan pangan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, khususnya anak-anak.
“Semoga percepatan perolehan SLHS dan peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Ranto, mengungkapkan dari total 824 SPPG di Sulsel, sebanyak 585 unit atau 71 persen telah memiliki SLHS.
Sedangkan 239 SPPG lainnya atau sekitar 29 persen masih dalam proses pemenuhan sertifikasi.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari konsolidasi bersama seluruh kepala dinas kesehatan untuk mempercepat pemenuhan standar keamanan pangan, termasuk percepatan penerbitan SLHS. Saat ini capaian Sulsel sudah mencapai 71 persen dan sisanya masih dalam proses percepatan,” ujar Ranto.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan progres percepatan standar keamanan pangan di Sulsel terus bergerak melalui kolaborasi pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, dan berbagai pihak terkait.