Menteri Sosial, Tri Rismaharini - kaget lihat anggaran 1,3 triliun hanya untuk memperbaiki data yang keliru. (Foto: int_docIstimewa)
Bansos selalu salah saran – Data penerima Bansos banyak keliru. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, akan melakukan perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) penerima Bansos. Anggaran untuk pendataan saja, bikin kaget Risma. “Rp1,3 trilun untuk data itu besar sekali. Harus hati-hati,” kata Tri Rismaharini.
menitindonesia, JAKARTA – Menteri Sosial, Tri Rismaharini tercegang. Dia kaget mengetahui anggaran untuk perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial atau DTKS, penyaluran bansos mencapai Rp1,3 triliun. Risma berjanji akan cermat menggunakan anggaran tersebut untuk memperbaiki data bansos yang masih keliru.
“Tadi saya sempat kaget, Rp1,3 triliun untuk data. Waduh, mati kalau kita enggak hati-hati. Itu uang bukan besar, tapi buesar sekali,” ucap Risma, di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (24/12/2020), kemarin.
Perbaikan DTKS, kata dia, juga akan memperbarui data warga di setiap daerah, sehingga sesuai dengan kriteria penerima bansos.
Menteri Sosial yang baru dilantik ini, juga menyatakan perbaikan DTKS bakal dikebut agar distribusi bansos pada Januari 2021 bisa tepat sasaran.
“Jadi mari tolong dipikirkan bagaimana bisa mengevaluasi data dengan efisien. Sisanya bisa kita bantu dengan orang lain,” kata dia.
Risma mengaku sudah terbiasa menangani program dengan bantuan elektronik, sehingga akan mudah pula untuk memperbarui DTKS. Menurut Risma, ini adalah soal mensinkronisasi data yang ada.
“Dengan program ini, saya sebetulnya sudah biasa nanganin dengan elektronik. Kita akseskan dengan data kependudukan. Itu, kan, mereka ada akte kelahiran, data kematian, data itu bisa langsung sinkron,” kata Risma.
Seperti diketahui, Risma dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (23/12) sebagai Menteri Sosial menggantikan kader PDIP Juliari Peter Batubara yang tersandung kasus korupsi bansos di Kemensos. #adezakaria