Lewat Lontara Plus, Aduan Fasilitas Publik Rusak di Makassar Bakal Dapat Hadiah

Peluncuran aplikasi lontara+
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan skema insentif bagi warga yang aktif melaporkan kerusakan fasilitas publik melalui aplikasi Lontara Plus. Mulai dari jalan berlubang, trotoar rusak, hingga fasilitas umum yang tidak berfungsi, seluruh laporan warga akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik.
Program tersebut menjadi bagian dari Makassar Virtual Run, inovasi yang digagas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk menggabungkan budaya hidup sehat dengan partisipasi masyarakat dalam mengawasi kondisi kota.
Menariknya, poin terbesar dalam program ini bukan berasal dari aktivitas olahraga, melainkan dari kontribusi warga dalam melaporkan persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Selain lari mengumpulkan poin, poin yang paling besar justru berasal dari aduan. Kalau masyarakat menemukan trotoar rusak atau jalan yang bermasalah saat beraktivitas, bisa langsung difoto dan dilaporkan melalui Lontara Plus,” kata Tim Ahli Percepatan Digitalisasi Pemkot Makassar, Andi Gita Namira Patigana, Rabu (3/6/2026).

BACA JUGA:
Ambil Sumpah 167 PNS, Wali Kota Makassar Ingatkan ASN Harus Siap Melayani

Menurut Gita, program tersebut dirancang untuk mengubah pola partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Warga didorong menggunakan kanal resmi pemerintah agar setiap laporan dapat diverifikasi, dipantau, dan ditindaklanjuti secara terukur.
“Daripada hanya mengeluh di Instagram atau media sosial lainnya, lebih baik langsung diadukan melalui Lontara Plus. Karena masyarakat juga bisa melihat progres penanganannya,” ujarnya.
Melalui integrasi dengan aplikasi Strava, seluruh aktivitas peserta akan tercatat secara otomatis. Poin diperoleh dari jarak tempuh olahraga seperti lari, jalan santai, maupun bersepeda, ditambah kontribusi laporan kondisi fasilitas publik yang masuk ke sistem.
Pemkot Makassar pun telah menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi peserta dengan poin tertinggi. Hadiahnya mulai dari jersey eksklusif, merchandise olahraga, hingga sepatu lari.
Tak hanya itu, poin yang terkumpul juga dapat ditukarkan dengan voucher dan promo dari pelaku UMKM, restoran, hingga kafe yang menjadi mitra program.
Gita menjelaskan seluruh sistem penilaian berjalan secara real time dan berbasis aktivitas peserta tanpa intervensi manual.
“Ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan dan fasilitas publik.
Menurut Appi, keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya,” ujar Munafri.
Melalui program ini, Pemkot Makassar berharap tercipta ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga wajah kota. Semakin aktif warga berolahraga dan melaporkan persoalan di sekitarnya, semakin besar pula kontribusi mereka dalam mewujudkan Makassar yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.