Bupati Maros, Chaidir Syam saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pallantikang. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Senin (1/6/2026).
Dalam momentum tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.15 Wita itu diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Maros. Chaidir Syam bertindak sebagai inspektur upacara.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dalam amanatnya, Chaidir menegaskan Pancasila telah terbukti menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik global.
Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu contoh negara yang mampu menjaga persatuan meski memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.
“Indonesia adalah contoh negara yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pancasila menjadi jangkar moral yang membuat bangsa ini tetap kokoh menghadapi berbagai perubahan zaman,” kata Chaidir.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak boleh hanya diingat setiap 1 Juni, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Chaidir menilai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini semakin kompleks. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Menurutnya, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dengan berlandaskan prinsip keadilan sosial.
“Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam setiap pelayanan publik dan program pembangunan yang dijalankan pemerintah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Generasi muda, kata dia, memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sementara itu, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan dan menjaga kerukunan.
“Pancasila harus terus menjadi pedoman bersama dalam menjaga persatuan dan membangun daerah,” kata Muetazim.
Ia berharap semangat Hari Lahir Pancasila mampu memperkuat toleransi, mempererat persatuan, serta menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju.
“Melalui peringatan ini kita ingin meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan terus membangun Maros yang maju dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.