Pertemuan Keluarga Raja Bone XVI La Patau, Diperkirakan Bakal Pecahkan Rekor MURI

Panitia Pertemuan Se Dunia Wija Puwatta La Patau, Raja Bone ke XVI. (Foto:Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pertemuan keluarga Raja ke XVI, La Patau Matanna Tikka, yang rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Bone, pada tanggal 14-15 Agustus 2021, mendatang, bakal mendapat rekor, dari MURI.
Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Humas Panitia Pelaksana, H Andi Fahry Makkasau pada saat press confrence di Benteng Fort Rotterdam, Jumat (12/3/2021), sore, kemarin.
Fahry mengatakan pertemuan se dunia yang di pusatkan di Bola Soba Watanpone itu, akan dihadiri seluruh keturunan La Patau yang saat ini tersebar di seluruh penjuru dunia.
“Seluruh keturunan Raja Bone ke XVI Puwatta La Patau, akan berkumpul dan datang dari seluruh dunia, untuk merajut kembali ikatan kekeluargaan setelah 307 tahun wafatnya leluhur mereka, yaitu tahun 1714,” kata Fahry kepada awak media.
Ia menjelaskan, bahwa keputusan penyelenggara kegiatan tersebut, ditetapkan secara bersama-sama dan dipermaklumkan kepada seluruh penjuru dunia oleh tiga orang pelindung dan penasehat panitia penyelenggara, yaitu masing-masing Andi Kumala Idjo Karaeng Labangparang, Andi Bau Iwan Datu Alamsjah dan Andi Baso Hamid.
Sedangkan untuk panitia penyelenggara, kata Fahry, ketua umum panitia adalah Andi Bau Irman Mappanyukki dan sebagai wakil ketua Andi Promal Pawi yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Bone, sekaligua sebagai tuan rumah.
“Dari tiga kerajaan besar yang pernah ada, yakni Bone, Gowa dan Luwu, di kerajaan inilah keturunan La Patau memegang kekuasaan,” jelas Fahri.
Sementara itu, Andi Kumala Idjo menambahkan, bahwa pertemuan akbar ini sebagai takdir yang ditetapkan Allah kepada keturunan Raja Bone ke XVI, sehingga meski sudah dalam kondisi menyebar kemana-mana, terdiri atas strata sosial masyarakat yang berbeda-beda, akan berkumpul dalam jumlah yang banyak dan berdatangan dari seluruh penjuru.
Selain itu, disampaikan juga oleh Andi Bau Iwan dan Andi Baso Hamid, dalam pertemuan nanti, bisa saja akan muncul ide untuk mendirikan yayasan wija La Patau yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan sumber daya manusia.
“Ini sangat dimungkinkan karena keturunan La Patau telah banyak menempati posisi strategis antara lain Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati, Dosen/Guru Besar dan Pengusaha sukses,” ujar Ketua Panitia, Andi Bau Irman Mappanyukki.
Irman Mappanyukki juga menjelaskan, bahwa saat ini banyak keturunan La Patau yang sukses di perantauan, tak hanya di nusantara, tapi juga banyak yang sukses di luar negeri, seperti di Malaysia, Thailand, bahkan di Amerika dan di Eropa juga banyak. “
“Kemarin panitia mendapat konfirmasi, salah seorang keturunan La Patau yang berada di Budapest, Rumania, Eropa, telah menyatakan keinginannya untuk hadir.,” beber Imaran.
Sebelum acara jumpa pers ditutup, kordinator Humas Panitia Fahri Makkasau mengungkapkan, bahwa panitia memperkirakan pertemuan ini akan menghadirkan ribuan rumpun keluarga Raja Bone itu dan bisa memecahkan rekor pertemuan keluarga yang pernah ada.
“Rekor MURI selama ini adalah 4.000 orang yang pernah terjadi di Jawa Barat tahun 2012, dan boleh jadi akan pecah di Bone,” tandas Fahry. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini