Srikandi Demokrat Maros Usulkan Max Sopacua Dapat MURI, Manusia Paling Langka

Srikandi Partai Demokrat Kabupaten Maros, Anna Triana. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Bendahara Partai Demokrat Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Anna Triana mengutuk kelakuan mantan kader Demokrat yang telah mengundurkan diri, Max Sopacua, yang sering menghujat mantan Presiden SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia menilai kelakuan Max Sopacua itu, sudah tak sanggup dicernah oleh nalar manusia beradab. Max keluar dari Partai Demokrat lalu membujuk sejumlah tokoh agar mau melakukan penggantian ketua umum dengan cara menjelek-jelekkan AHY.
Padahal, menurut Anna, sejak Max menanggalkan jaket Demokrat di hadapan publik dan menjadi kader Partai Emas dan diberi posisi sebagai Dewan Pembina di partai besutan Hj Hasnaeni itu, Max tak lagi pantas untuk bicara soal Demokrat, apalagi mendatangi sejumlah tokoh berpengaruh–padahal bukan kader Demokrat–untuk diajak mengudeta AHY dan menggantikannya sebagai ketua umum.
“Aneh kan, manusia kayak dia. Kalau cukup dua orang seperti Max Sopacua di negeri ini, negara bisa kacau balau, untung cuman satu orang di negara kita yang wataknya seperti itu,” kata Anna Triana di Maros, Jumat (26/3/2021).
Anna menyebut Max Sopacua manusia langka, tak punya rasa malu. Karena itu, dia menyarankan Musium Rekor Indonesia (MURI) memberi dia sertifikat MURI sebagai manusia satu-satunya yang tak punya malu dalam berpolitik.
Diketahui, sebelumnya Max Sopacua menggelar jumpa pers bicara soal Hambalang dan mengungkit masa lalu sejumlah kader Demokrat yang pernah tersandung kasus tersebut, yang menyeret Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke dalam pusaran korupsi.
Anna pun menjelaskan, bahwa kasus Hambalang itu, berawal dari kelakuan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin yang mengatur-atur proyek tersebut.
“Nazaruddin kan biang keroknya kasus Hambalang itu sampai sejumlah kader Demokrat tersandung. Kan yang bawa Nazar ke Demokrat Jhoni Allen. Setelah Nazaruddin bebas, dia bersekongkokol lagi dengan Jhoni Allen dan Max Sopacua bikin kekacauan di Demokrat,” ujarnya.
Lanjut Anna menambahkan, apa yang diungkit-ungkit Max Sopacua terkait kasus Hambalang, kata dia, sebenarnya menyerang sekutunya sendiri penggagas KLB, yakni Nazaruddin dan Jhoni Allen.
“Kan sudah diungkap Pak Reza Ali kalau Jhoni Allen itu biang kerok kasus-kasus korupsi yang pernah menyeret kader Demokrat. Inilah letak sisi lain dari Max Sopacua, dia tidak punya rasa malu dan tidak layak disebut sebagai tokoh. Dia hanya pernah beruntung jadi Anggota DPR RI di masa Demokrat dan SBY berjaya,” pungkas Anna. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini