Anjing liar yang serang warga di Camba akhirnya ditembak mati. (ist)
menitindonesia, MAROS – Seekor anjing liar yang menyerang enam warga di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya dilumpuhkan dan ditembak mati oleh warga bersama aparat setempat.
Anjing tersebut sebelumnya meneror warga sejak Rabu (6/5/2026) malam hingga Kamis (7/5/2026) pagi dan diduga terinfeksi rabies.
Camat Camba Kemal Wahyudi mengatakan proses pelumpuhan dilakukan setelah warga berhasil mengejar dan membuat anjing tersebut tidak berdaya.
“Jadi anjing gila itu dilumpuhkan bersama warga. Setelah tidak berdaya baru ditembak menggunakan senapan angin,” ujar Kemal, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan aparat kecamatan, personel Polsek, Koramil, hingga warga sempat berjaga semalaman karena anjing tersebut sulit ditemukan dalam kondisi gelap.
“Kendalanya tadi malam susah dicari karena gelap. Tapi kami bersama warga berjaga-jaga sampai dini hari,” katanya.
Anjing itu akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita saat melintas di jalan poros sebelum masuk ke area kebun warga.
Warga yang telah melakukan pencarian langsung bergerak mengejar dan melumpuhkan hewan tersebut.
“Saat berlari di jalan raya kemudian masuk ke kebun, di situlah warga ramai-ramai melumpuhkan,” jelas Kemal.
Setelah berhasil dilumpuhkan, bangkai anjing tersebut dibawa Tim Balai Hewan Maros untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah hewan itu positif rabies atau tidak.
Pemerintah kecamatan bersama Balai Hewan juga langsung melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan milik warga di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sudah melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan warga dan mengimbau supaya diikat dulu sambil melihat perkembangan beberapa hari ke depan,” tuturnya.
Kemal juga meluruskan informasi awal terkait lokasi kejadian. Ia memastikan serangan terjadi di Kelurahan Cempaniga, bukan Kelurahan Mario Pulana seperti yang sempat beredar.
“Data awal yang menyebut Kelurahan Mario itu keliru. Kejadiannya di Kelurahan Cempaniga,” ungkapnya.
Diketahui, total enam warga menjadi korban gigitan anjing liar tersebut. Korban terdiri dari tiga orang dewasa, dua lansia, dan satu anak-anak.
Kepala Puskesmas Camba Fitriani mengatakan seluruh korban telah mendapat penanganan medis intensif guna mencegah risiko infeksi dan potensi rabies.
“Iya benar, kami menangani enam pasien korban gigitan anjing. Tim medis langsung memberikan penanganan intensif untuk mencegah risiko infeksi, terutama potensi rabies,” katanya.