Harta Kekayaan Kepala Bapenda Makassar Berlimpah, KPK: Tak Ada Yang Salah Asal Jelas

Kepala Bapenda Makassar Irwan Adnan dan Korsugah Wil IV KPK Niken Ariati. (Foto: Ist_Menit)
menitindonesia, MAKASSAR – Kepala Satuan Tugas Wilayah IV Korsugah KPK Niken Ariati Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan Ince yang mencapai nilai Rp52 miliar bukan pelanggaran hukum.
“Meningkatnya kekayaan seseorang belum tentu mencerminkan kekayaannya itu diperoleh dari hasil korupsi,” kata Niken Ariati, Kamis (8/4/2021), kemarin.
Yang menjadi soal, kata dia, kalau LHKPN yang tinggi tidak disertai pelaporan dan penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan, dari mana asal dan sumber kekayaan itu.
Namun, terkait LHKPN Irwan Adnan yang mencapai angka fantastis itu, dia menegaskan KPK akan menelusuri dan melakukan pengecekan, apakah kekayaan tersebut diperoleh secara benar tanpa adanya unsur pindana korupsi.
“Semua pengaduan akan hal itu akan diproses, dan semua LHKPN yang terlihat tidak wajar pasti dicek,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Makassar Irwan Adnan, mengatakan seluruh jumlah harta yang dilaporkan dalam LHKPN semua bisa dipertanggungjawabkan.
“LHKPN saya semua bisa dipertanggungjawabkan, semua yang dilaporkan sudah melalui proses verifikasi dari KPK. Justeru yang saya lakukan sebagai bentuk keterbukaan pejabat negara,” ujarnya.
Untuk itu, Irwan berharap pejabat lain bisa mengikuti langkahnya tersebut, utamanya pejabat di lingkup Pemkot Makassar.
Irwan Adnan menuturkan, jika nilai harta kekayaannya mengalami peningkatkan dari 2017 sebesar Rp8,2 miliar melonjak menjadi Rp53,6 miliar di 2018. Hal itu disebabkan adanya ketidaklengkapan data.
“Data yang menopang nilai harta saya itu sudah saya perlihatkan sama KPK. Jadi bukan soal besar atau kecil nilainya, tetapi ini soal transparansi dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan saya berani pertanggung jawaban itu ke KPK dan itu saya wujudkan di laporan LHKPN,” ungkapnya. (roma)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini