Mengikuti Cara Nabi Muhammad SAW Rayakan Idul Fitri

Baitullah, Arab Saudi. (Foto: dikutip dari Kompas.com)
menitindonesia, SPIRITUAL, Tanggal 1 Syawal merupakan hari kemenangan bagi orang-orang beriman yang berpuasa karena telah mencapai ketakwaan. Banyak tradisi Lebaran (Idul Fitri) yang sudah turun-temurun, seperti pulang kampung (mudik) dan bertemu sanak saudara, membeli baju baru, dan lain-lain.
Tradisi ini, tidak terlepas dari cara Nabi Muhammad SAW merayakan Idul fitri. Rasulullah SAW juga turut merayakan Lebaran sesuai sunnah nabi di hari raya idul fitri. Nah, cara Rasulullah SAW merayakan Idul Fitri adalah sebagai berikut.
  1. Bertakbir
Ketika malam maghrib menuju 1 Syawal, perbanyaklah takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga Shalat Ied sampai akan dimulai. Hal ini dijelaskan seperti ayat berikut,
Artinya: “Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS. Al Baqarah : 185)
2. Segera membayarkan zakat bagi yang belum
Zakat dalam Islam merupakan salah satu rukun islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat adalah sebagai berikut,
Artinya: “Rasulullah SWT memerintahkan zakaat fitrah pada orang-orang di bulan Ramadhan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan” (Al Hadits)
3. Membersihkan diri dan menggunakan wewangian (parfum)
Ketika hendak pergi ke masjid guna melaksanakan shalat Ied, maka sudah seharusnya bepergian dalam keadaan bersih dan siap. Hal yang disunnahkan ketika merayakan Idul Fitri adalah dengan membersihkan diri (mandi), memakai wewangian, hingga mengenakan pakaian yang baik. Sebuah hadits telah menyebutkan:
اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْعِيْدَيْنِ اَنْ نَلْبَسَ اَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَاَنْ نَتَطَيَّبَ بِاَجْوَدِ مَانَجِدُ وَاَنْ نُضَحِّيَ بِاَثْمَنِ مَا نَجِدُ (رواه الحاكم
Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengenakan yang terbaik dari apa yang kita temukan dan memakai wewangian dan mengurbankan hal yang paling berharga yang kita temukan.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim).
4. Makan terlebih dahulu
Makan dulu sebelum shalat merupakan sunnah pada saat hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadits menjelaskan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْ كُلُ ثَمَرَاتٍ وَيَأُكلُهُنَّ وِتْرًا
Artinya: “Pada waktu Idul Fitri, Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sampai ia memakan semua buah dengan jumlah ganjil.” (HR. Ahmad dan HR. Bukhari).
5. Mengambil jalan yang berbeda
Mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang shalat Ied memiliki makna yang dalam dimana Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.
6. Shalat Ied
Tentu saja pada hari raya Idul Fitri yang bertepatan pada tanggal 1 Syawal, umat muslim harus melaksanakan keutamaan shalat idul fitri secara berjamaah di lapangan atau masjid. Seluruh kalangan baik laki-laki maupun perempuan yang suci maupun sedang haid untuk keluar dan merayakan idul fitri. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,
أُمِرْنَا أَنْ نَخْرُجَ فَنُخْرِجَ الحُيَّضَ، وَالعَوَاتِقَ، وَذَوَاتِ الخُدُورِ فَأَمَّا الحُيَّضُ؛ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ المُسْلِمِينَ، وَدَعْوَتَهُمْ وَيَعْتَزِلْنَ مُصَلَّاهُم
Artinya: “Kami memerintahkan untuk keluar (ketika hari raya), dan mengajak keluar wanita haid, para gadis, dan wanita pingitan. Adapun para wanita haid, mereka menyaksikan kegiatan kaum muslimin dan khutbah mereka, dan menjauhi tempat shalat.” (HR. Bukhari 981, Muslim 890).
7. Ucapan Hari Raya
Ucapan hari raya tentu salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh umat muslim. Ada baiknya mengucapkan
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Artinya: “Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian).”
8. Bersilaturahim
Menjaga silaturahim merupakan keharusan bagi umat muslim. Umat muslim tidak dapat hidup sendiri melainkan saling membantu. Berkumpul dengan sanak saudara dan tetangga akan menjalin hubungan yang semakin baik. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini