Artikel Sudirman HN Mengenai Kesehatan Ibu Raih Penghargaan Internasional

Sudirman HN. (Facebook)
menitindonesia, MAKASSAR – Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sudirman Haji Nasir, PhD meraih penghargaan tahunan Pittu Laungani Award untuk artikel ilmiahnya yang menyorot determinan sosial kesehatan.
“Penelitian untuk artikel ini berlangsung lima tahun, sejak 2013 hingga 2018,” kata Sudirman HN di Makassar, Rabu (19/5/2021).
Artikel yang berjudul Cultural norms create a preference for traditional birth attendants and hinder health facility-based childbirth in Indonesia an Ethiopia: a qualitative inter-country study diterbitkan pada International Journal of Health Promotion and Education, volume 58 issue 3, tahun 2020, edisi khusus.
Jurnal terbitan Taylor and Francis yang berbasis di Inggris dan merupakan jurnal resmi Institute of Health Promotion and Education, komunitas internasional akademisi/peneliti/profesional kesehatan yang memiliki keahlian dan minat pada promosi kesehatan.
Sudriman HN menjelaskan, Indonesia dan Ethiopia memilih fokus pada peran tenaga kesehatan di lini terdepan untuk mengurangi kematian ibu dan meningkatkan kesehatan ibu dan perempuan.
“Fokus artikel ini adalah membandingkan pengalaman kedua negara, Indonesia dan Ethiopia, yang memiliki angka kematian ibu yang masih tinggi. Meskipun Ethiopia jauh lebih tinggi dari Indonesia, tapi keduanya terhitung tinggi di kawasan Asia maupun Afrika,” katanya.
Lebih lanjut, dia bilang, salah satu faktornya karena masih banyaknya hambatan, termasuk yang terkait dengan budaya lokal, yang dialami perempuan di lokasi penelitian di kedua negara untuk melahirkan di fasilitas kesehatan.
“Melahirkan di fasilitas kesehatan dan dibantu oleh tenaga kesehatan adalah salah satu aspek kunci upaya penurunan kematian ibu,” ujar Sudirman.
Ia menyelesaikan penulisan artikelnya ketika menjadi peneliti tamu (visiting fellow yang didukung oleh Program SAME Kementistek-Dikti tahun 2019) di Liverpool School of Tropical Medicine/LSTM. Sehingga ia bisa mengedit artikel dengan sejawat peneliti/penulis pendamping di LSTM yaitu Professor Miriam Taegtmeyer dan Dr Rosalind Steege.
Pittu Laungani Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada para peneliti yang artikelnya menekankan pentingnya aspek budaya lokal dan pengaruhnya pada sikap masyarakat dalam mengakses atau tidak mengakses layanan kesehatan esensil.
Penghargaan ini, didedikasikan untuk mengenang jasa Dr Pittu Laungani, seorang ilmuwan kelahiran India yang kemudian berkarir sebagai akademisi di Inggris.
Pittu Laungani juga memiliki karir yang panjang serta sumbangan besar bagi pengembangan ilmu promosi kesehatan dan pentingnya program kesehatan yang peka pada budaya lokal (culturally appropriate health interventions). (andi esse)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini