Uttar Pradesh

mantan anggota DPR RI
Oleh Mubha Kahar Muang
SEANDAINYA Uttar Pradesh adalah sebuah negara maka akan termasuk dalam kategori sepuluh negara berpenduduk terbesar di dunia.
Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian India dengan populasi terbesar, 199 juta jiwa. Jumlah ini adalah seperenam dari total populasi India sebesar 1,21 miliar tahun 2011.
Populasi tersebut terbagi dalam 28 Negara Bagian, enam Wilayah Persatuan dan satu Ibu Kota Nasional.
Dalam struktur pemerintahan nasional India, Negara Bagian dan Wilayah Persatuan dibedakan melalui administrasi pemerintahan. Negara Bagian memiliki pemerintahan yang dilantik sendiri. Kepala Pemerintahan Negara Bagian adalah Gubernur, namun wewenang eksekutif berada ditangan Ketua Menteri yang berasal dari anggota legislatif. Sementara itu, Wilayah Persatuan dan Wilayah Ibukota Nasional dipimpin oleh Kepala Pemerintahan yang dilantik oleh pemerintah pusat .
Dari keseluruhan populasi India, 79,62 % beragama Hindu. Umat muslim menempati urutan kedua yaitu sebesar 14,2 % atau sekitar 172 juta jiwa. Dengan demikian India adalah negara dengan populasi muslim terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.
Di Negara Bagian Uttar Pradesh prosentase jumlah muslim berada diatas prosentase rata-rata India, yaitu mencapai 19,26 % atau sekitar 38, 483. 967 jiwa. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah Islam Sunni.
Di Negara Bagian ini terdapat tempat-tempat istimewa dan bersejarah dengan kisah-kisah yang melegenda. Misalnya di Varanasi, tempat suci yang terletak ditepi Sungai Gangga yang menjadi tujuan kematian umat Hindu. Di sana ada Allahabad, tempat di mana epos Ramayana berlangsung dan sungai-sungai suci bertemu. Dan yang tidak kalah penting adalah Agra, kota tempat Taj Mahal berdiri kokoh, bukti cinta nan eksotik.
Varanasi sendiri yang merupakan salah satu kota tertua di dunia adalah kota suci agama Hindu, seperti Mekah bagi umat Islam atau Vatikan bagi umat Katholik. Kota ini memiliki hukum budaya dan adat istiadat yang sangat berlainan dengan tempat-tempat lain disekitarnya. Penduduk wilayah ini memiliki dialek sendiri yg berlainan dengan dialek India lainnya. Juga mempunyai jenis musik tersendiri dalam kesenian klasik India . Yang menarik, kota ini sudah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak 700 SM.
Varanasi juga disebut kota tujuan kematian karena banyak yang datang dan bahkan menetap tahunan untuk menunggu kematian. Mereka disebut sebagai Kashivasis dan menginap di penginapan yang disiapkan bagi yang berumur diatas 60 tahun dan dianggap tidak mampu membayar selama menunggu kematian. Tetapi bagi yang dianggap mampu, tetap dikenakan kewajiban membayar penginapan , biaya makan dan prosesi kremasi . Bahkan ada Kashivasis yang menetap di Kashi 40 tahun lamanya menunggu kematian.
Kitab Suci Hindu mengatakan bahwa mati di tempat tersebut dan di kremasi di sepanjang tepi Sungai Gangga yang suci akan memutus siklus kelahiran kembali dan mendapatkan keselamatan.
Sungai yang dianggap suci di India ada tujuh, Dari tujuh sungai tersebut, tiga di antaranya menyatu di Triveni Sangam, di kota Allahabad, salah satu kota penting di Negara Bagian ini . Ketiganya adalah Sungai Gangga dan Sungai Yamuna serta Sungai Sarasvati.
Sungai Sarasvati, sungai kuno yang tidak memiliki keberadaan fisik. Ia hilang di padang pasir, tetapi dipercaya mengalir di bawah tanah dan bergabung dengan Sungai Gangga dan Sungai Yamuna di Triveni Sangam. Karena itu Triveni Sangam dianggap tempat suci di India setelah Varanasi. Mandi di sini bagi umat Hindu, dipercaya dapat membersihkan semua dosa dan membebaskan seseorang dari siklus kelahiran kembali. Karena kesuciannya, tempat ini juga menjadi tempat mencelupkan abu beberapa pemimpin India, termasuk Mahatma Gandhi.
Kota Allahabad dibangun di atas situs kota kuno Prayag dan diyakini sebagai tempat di mana terletak hutan Dandaka, lokasi amat penting dalam epos Ramayana. Bahkan Rama, tokoh utama Ramayana, dipercaya pernah singgah dan menetap di sini, di sebuah tempat bernama Ashram of Sage Bharadwaj.
Adalah Kaisar Agung Mughal, Akbar, cucu Timur-Leng, yang membangun kembali kota ini pada 1575. Pembangunan kembali dilakukan setelah berbagai penaklukan dan pendudukan. Dalam catatan seorang penulis Tionghoa, Huien Tsang, yang menjelajah India pada 643 Masehi, kota Prayag berada di bawah kekuasaan Harshavardhna. Sebelumnya kota ini berturut-turut menjadi bagian dari Kerajaan Mauryan, Kerajaan Gupta Timur, Kerajaan Kushan Barat dan Kerajaan Kannauj. Kaisar Akbar menamai kota ini dengan Illabas, berkembang menjadi Allahabad.
***
Allahabad adalah kota asal empat dari empat belas Perdana Menteri India hingga saat ini. Mereka adalah Jawaharlal Nehru, Indira Ghandi, V.P Singh dan tentu juga Rajiv Ghandi, putra Indira Ghandi meski dilahirkan di Bombay. Yang amat populer tentu saja Pandit Jawaharlal Nehru (1889-1964), Perdana Menteri Pertama India, ayah dari Indira Gandhi yang belakangan juga menjadi Perdana Menteri. Di kota ini pula lahir aktor India yang sangat terkenal, Amitabh Bachchan.
Dibesarkan pada sebuah mansion yang diberi nama Anand Bhavan, Nehru melewatkan masa kanak-kanaknya dengan bahagia. Nehru dikenal sebagai salah seorang pemimpin dunia ketiga yang amat dihormati. Dalam biografinya Nehru melukiskan bahwa keluarganya menempati rumah yang sangat besar di Allahabad. Sebuah hunian dengan halaman luas dan sebuah kolam renang.
“Itu adalah kolam renang yang sangat besar di dalam rumah dan saya belajar berenang dan merasa segalanya sempurna di rumah,” tulisnya. Saat itu sekitar tahun 1909, Nehru berumur sepuluh tahun.
Masih cerita Nehru, masa-masa itu semua yang terjadi menjadi kesenangan baru baginya, terutama ketika listrik mulai terpasang di rumah. Rumah peninggalan itu kini berubah menjadi museum sejak disumbangkan oleh Indira Gandhi kepada pemerintah India pada 1970.
Hal menarik lain yang patut dicatat tentang kota Allahabad yang berjarak kurang lebih 204 km dari Lucknow ibu kota Negara Bagian Uttar Pradesh. Dari kota ini pengiriman pos udara pertama di dunia dilakukan. Peristiwa pada Sabtu, 18 Februari 1911 itu diungkap dalam tulisan Ken Harman dalam Jurnal Exhibitions and World’s Affair.
Infrastruktur menuju Kota Allahabad tampak masih sangat sederhana. Dari ibukota Uttar Pradesh , Lucknow menuju Allahabad sepanjang perjalanan pemandangan didominasi oleh perladangan gandum juga beberapa kali dijumpai “pasar tumpah” yang terbentuk oleh banyaknya manusia.
Allahabad sesungguhnya dapat diakses menggunakan penerbangan langsung dari New Delhi. Tersedia dua kali penerbangan pesawat kecil dalam seminggu. Ketersediaan penerbangan yang agak unik, mengingat justru dari kota ini pesawat jet pertama India diterbangkan.
***
Di Uttar Pradesh seperti juga negara bagian lainnya , walaupun Islam Sunny mayoritas tetapi tetap saja belum bisa menyatukan peringatan keagamaan dengan Islam Syiah seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, apalagi peringatan 10 Muharram.
Di Kota Lucknow yang merupakan ibukota Uttar Pradesh , ketegangan Islam Sunny dan Syiah memiliki sejarah panjang yang bermula dari peringatan 10 Muharram di tahun 1900-an. Kenyataan ini merupakan masalah yang tak pernah selesai sehingga sering kali ada larangan peringatan 10 Muharram untuk menghindari kerusuhan dan korban luka-luka bahkan korban jiwa. Memang ada perbedaan ritual antara Islam Sunny dan Islam Syiah dalam memperingati 10 Muharram. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi tokoh masyarakat dari kedua kelompok untuk mengahiri konflik.
***
Agra, Berjarak kurang lebih 200 km dari New Delhi, kota ini terkenal di dunia karena di sanalah Taj Mahal terletak. Berada di bibir sungai Yamuna, kota ini pernah menjadi pusat Kesultanan Mughal. Kaisar Shah Jahan lah yang telah mengguratkan kisah-kisah eksotis nan romantis di abad ke-14 dan ke-15. Kisah cinta yang paling terkenal adalah kisah Shah Jahan dan istrinya yang berasal dari Persia, Arjumand Banu Begum.
Arjumand Banu Begum juga dikenal dengan nama Mumtaz Mahal. Sejak dinikahi oleh Shah Jahan di usia 14 tahun mereka tak terpisahkan. Mumtaz Mahal meninggal seusai melahirkan anak mereka yang ke-14. Dari tempat tidur persalinan dia meminta agar suaminya tak menikah lagi dan membangunkan untuknya sebuah makam yang akan dikenal dunia. Sebagai bukti cintanya yang besar, Shah Jahan membangun sebuah musoleum untuk istrinya, dikerjakan selama 23 tahun (1630-1653). Konon setelah rampung, arsitek makam itu dibunuh agar ia tak membangun duplikatnya. Kelak nama makam itu dikenal dunia dengan nama Taj Mahal.
Masa pemerintahan Shah Jahan, dikenal sebagai Kaisar Jahangir, merupakan era keemasan arsitektur Mughal, perpaduan antara arsitektur Hindustan dan Islam. Keagungan arsitektur Taj Mahal tentu saja menjadi aset penting bagi India. Sepanjang tahun, setiap hari, rata-rata didatangi oleh kurang lebih 20.000 pengunjung. Selain Taj Mahal, di kota Agra juga berdiri kokoh Agra Fort dan Fatehfur Sikri. Ketiga situs peninggalan Mughal itu ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan dunia.
Di Taj Mahal kita dapat merenungkan kekuatan cinta yang terwujud dalam bangunan yang amat indah. Keindahan yang seolah mengukuhkan bahwa di Bumi yang fana dapat tergurat cinta abadi. Aspek eksotik romantik ini pulalah yang mungkin membuat Taj Mahal tak habis-habis dikunjungi. Meski seusai pembangunan simbol cinta abadi itu, kesultanan Mughal mulai koyak dari dalam ketika Dara dan Aurangzeb, dua anak pasangan Shah Jahan dan Mumtaz Mahal mulai berseteru memperebutkan tahta.
Di balik keagungan Taj Mahal tersimpan tragedi ketika Aurangzeb membunuh Dara dan mempersembahkan kepala saudara kandungnya di hadapan ayahnya. Shah Jahan mangkat pada 31 Januari 1666 dan digantikan oleh Aurangzeb, awal yang menandai akhir era keemasan Mughal. Timeri N. Murari, sejarawan, novelis sekaligus kolumnis pada harian The Hindu, mengabadikan perseteruan itu dengan liris dalam novel Taj, A Story of Mughal India.
Romantika, eksotik dan tragedi yang terjadi membuat Taj Mahal tak habis-habis dikisahkan oleh para pelancong dan penulis. Pengunjung terdorong datang ke Agra untuk mengkonfirmasi pengalaman literasi mereka di hadapan Taj Mahal. Karena seperti yang ditulis oleh Rabindranath Tagore, seorang brahma, filsuf dan penyair, “hanya membiarkan setetes air mata ini jatuh, Taj Mahal, berkilau tanpa noda, menerangi kelokan waktu untuk selamanya… di sini, di Bumi yang berdebu, makam itu merengkuh kematian dengan lembut, dan menyelubunginya dengan serpihan kenangan.”
Jakarta, 5 Januari 2012