Kapolda Sulsel Ungkap Jaringan Bandar Narkotika Internasional, Modusnya Pakai Usaha Ekspedisi

Kapoldasulsel, Irjen Merdisyam saat melakukan press confrence pengungkapan jaringan internasional peredaran narkotika di Sulsel. (Foto: barkot)
menitindonesia, MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Irjen Merdisyam, mengungkapkan pengiriman 75 kilogram sabu-sabu dan 32.724 ribu pil ekstasi berhasil  ditelisik dan ditangkap oleh Tim Khusus Ditresnarkoba.
Dalam rilisnya, Merdisyam mengatakan para bandar jaringan narkoba internasional yang berhasil ditangkap itu, memanfaatkan jalur darat dan laut melalui modus jasa ekspedisi.
“Kami sudah menangkap tiga orang pelakunya, masing SYF (37), ABD (27) yang juga nerupakan sopir SYF dan FTR (28),” kata Merdisyam saat rilis kasus di Mapolda Sulsel, Selasa (31/8/2021).
Sebagai modus operandinya tersangka, kata dia, SYF menyamar seolah-olah bekerja sebagai sopir truk ekspedisi. Kemudian dia menyisipkan narkoba ke dalam muatan truk ekpedisi dari Surabaya tujuan ke Makassar.
“SYF adalah pembawa langsung dan pengedar di wilayah Sulawesi yang menjemput sabu-sabu dan ekstasi itu dari Surabaya menggunakan truk ekspedisi melalui jalur darat dan laut,” ujarnya
Lebih lanjut Merdi mengatakan, barang bukti tersebut lalu dibagi sesuai perintah AL alias bos besar pengiriman barang. Selanjutnya tersangka FTR yang menerima barang tersebut sesuai dengan perintah operator dalam jaringan, menyalurkan kepada pemesan sabu-sabu dan ekstasi tersebut.
Dari hasil interogasi, ungkap Merdi, SYF mengaku sudah dua kali membawa narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dari Surabaya ke Makassar, sejak Maret hingga Agustus 2021.
“Pengantara kedua ini yang paling banyak dan berhasil digagalkan, yakni 75 kilogram dari total keseluruhan,” ucapnya.
Sebagai kurir, lanjut Merdisyam, mereka mendapatkan upah sebesar Rp150 juta hingga Rp400 juta.
“Barang tersebut, sebahagian dikirim lagi ke Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo, yang juga sudah ada pemesannya,” ucap perwira tinggi dengan dua bintang di pundaknya ini.
Pengungkapan kasus narkoba terbesar di Makassar ini, kata dia, dilakukan di dua tempat berbeda, yakni pada Rabu (25/8), diamankan dua pelaku, masing-masing SYF dan ABD (24) di salah satu hotel di Jalan Sudirman, Jam 19.00 WITA.
Saat penangkapan, ditemukan 30 kg sabu-sabu dan satu bungkus pil ekstasi, satu tas hitam dan dua koper serta dua pnsel.
Setelah itu, kata dia, Tim Ditresnarkoba kembali bergerak menangkap lagi satu pelaku inisial FTR, Minggu (29/8) Jam 01.00 WITA, dini hari, di salah satu hotel di Jalan Mappanyukki, Makassar.
Setelah pengemabangan, pada penangkapan kedua ini, ditemukan lagi 10 kg sabu-sabu dan satu bungkus pil ekstasi serta satu unit truk pada tempat tinggal SYF di Pampang, Kecamatan Panakukang, Makssar.
“Pada pengembangan selanjutnya hingga Minggu jam 01.00 WITA, dini hari, pelaku lainnya inisial FTR (28) dibekuk di salah satu hotel di Jalan Mappanyukki dengan barang bukti 35 kg sabu-sabu dan enam bungkus pil ekstasi, sebanyak 28.747 butir, satu koper besar dan tas ransel warna hitam,” ungkap Merdi.
Selain itu, Merdisyam juga mengunkapkan keterkaitan antara SYF dan FTR merupakan anggota jaringan sindikat peredaran narkotika yang diduga merupakan jaringan internasional dari Malaysia dan Filipina.
“Kasus besar ini, berhasil diungkapkan karena kerja keras Timsus Ditresnarkoba Polda Sulsel yang telah berkoordinasi Bareskrim Mabes Polriterhadap jaringan ini yang sudah terpantau sejak awal,” pungkasnya. (barkot)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini