Korwil Hipmi Intim Dukung Rencana Pemerintah Permudah Turis Asing dan Pelaku Perjalanan LN

Koordinator Indonesia Timur BPP Hipmi Herman Heizer, bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (Foto: ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Koordinator Wilayah (Korwil) Indonesia Timur Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Herman Heizer, mendukung langkah Pemerintah Pusat yang tengah mengkaji penurunan jumlah hari karantina bagi turis asing dan pelaku perjalanan Luar Negeri yang telah divaksin lengkap.
Langkah itu disebut Herman Heizer sebagai upaya pemerintah  dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di sektor Pariwisata.
“Kita sangat mendukung langkah Pemerintah menurunkan lama karantina ini, harapannya bisa kembali meningkatkan perekonomian Indonesia di sektor Pariwisata. Kemudian juga untuk pelaku perjalanan dari luar negeri bisa lebih mudah melakukan aktivitas di Indonesia,” kata Herman Heizer, melalui keterangannya, Selasa (02/11/2021).
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Sulawesi Selatan Periode 2016-2020 ini mengungkapkan, salah satu sektor penunjang ekonomi di Indonesia adalah Pariwisata dengan turis-turis asingnya.
“Dengan kebijakan menurunkan lama karantina dari lima hari menjadi tiga hati ini, kita harapkan bisa mendorong kembali turis-turis dari mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia,” ucap Ketua Dewan Pembina Hipmi Sulsel ini.
“Yang terpenting mereka datang ke Indonesia sudah mengikuti rangkaian tes yang dipersyaratkan dan mentaati protokol kesehatan,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa saat ini Pemerintah tengah mengkaji aturan penurunan jumlah hari karantina bagi pelaku perjalanan Luar Negeri dan turis asing yabg telah melakukan vaksinasi lengkap dan telah menjalani rangkaian tes yang dipersyaratkan.
“Masukan epidemiolog, jika pelaku perjalanan telah tervaksin lengkap dan sudah dilakukan tes PCR sebelum keberangkatan, saat kedatangan, dan saat keluar, maka dipertimbangkan pengurangan hari karantina dari 5 menjadi 3 hari,” kata Sandiaga Uno, saat konferensi Pers, Senin (01/11/2021) kemarin.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah telah membuka pintu Bali untuk wisatawan mancanegara. Namun hingga saat ini belum ada penerbangan langsung ke Bali.
“Pemerintah terus menyelaraskan kebijakan dengan berbagai persiapan yang diperlukan,” ucapnya.
“Harapannya dengan 19 Negara yang diberikan persetujuan kita bisa mendapat feedback. Kami juga sudah mengajukan negara dengan angka covid rendah dan bisa mulai dipertimbangkan untuk buka penerbangan langsung,” tutur Sandiaga. (andi esse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini