Prof Dadang S Achmad: Calon Rektor Unhas Terikat Pakta Integritas

Ketua Senat Akademik Unhas, Prof Dadang S Achmad. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Ketua Senat Akademik (SA) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dadang S Achmad, angkat bicara terkait dugaan adanya bakal calon rektor yang menggunakan jasa cukong, sebagai isu yang tidak tepat.
“Setiap bakal calon Rektor Unhas Periode 2022-2026 telah menandatangani Pakta Integritas, yang menyatakan komitmen mereka untuk mengikuti proses penyaringan dengan cara-cara yang adil, terhormat, dan bermartabat,” kata Prof Dadang S Achmad melalui keterangannya, Kamis (16/12/2021).
Dalam Pakta Integritas yang ditandatangani di hadapan seluruh Senator dan disaksikan oleh sivitas akademik secara virtual, ujar Prof Dadang, disebutkan bahwa setiap bakal calon akan menjunjung tinggi sportivitas dan siap menerima hasil perhitungan suara sesuai pilihan para senator.
“Jika Pakta Integritas itu dilanggar, maka Senat Akademik akan memberikan rekomendasi kepada Majelis Wali Amanat sebagai bahan bagi MWA dalam mengambil keputusan,” ucapnya.
Selain itu, Lanjut Prof Dadang, para anggota Senat Akademik merupakan figur-figur pilihan, yang diutus oleh fakultas masing-masing untuk bertindak obyektif.
“Jadi sangat kecil kemungkinan ada bakal calon atau senator yang akan memilih cara-cara seperti itu. Proses dan mekanisme Pemilihan Rektor Unhas relatif memiliki keunikan dengan pemilihan pada umumnya. Para senator sangat menjaga marwah dan martabat sebagai insan akademik,” ujarnya.
Prof Dadang menambahkan, sejauh ini, Senat Akademik menilai proses penyaringan yang berlangsung pada tanggal 14 Desember 2021 berjalan lancar, adil, transparan dalam prosesnya, serta akuntabel.
Menurut rencana, nama-nama Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026 hasil Penyaringan Senat Akademik Unhas akan diserahkan kepada MWA besok, Jum’at 17 Desember 2021.
“Proses penyaringan yang berlangsung berjalan lancar, adil, transparan dalam prosesnya, serta akuntabel. Hasilnya besok diserahkan ke MWA,” tandasnya. (roma)