menitindonesia, MAROS – Para guru di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, jelang akhir tahun 2021, tersenyum, lega. Bupati Maros, AS Chaidir Syam, telah mencairkan anggaran sertifikasi untuk 1871 guru, mulai TK, SD, SMA dan Pengawas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, H Takdir, menyampaikan, sebanyak Rp22,6 milyar untuk sertifikasi guru sudah cair, Jumat (24/12/2021).
“Bupati Maros memiliki perhatian besar terkait pencairan anggaran sertifikasi guru sehingga dicairkan tepat waktu. Pencairan triwulan keempat ini terbilang cepat karena periodenya masih tersisa kurang lebih seminggu lagi,” kata H Takdir.
Dengan cairnya anggaran sertifikasi itu, Ia meminta agar para guru tetap melaksanakan kewajibannya dengan baik dan terus semangat dalam mengembangkan kemampuan mengajarnya, bukan hanya dengan cara konvensional tetapi juga dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif.
“Apalagi kondisi pandemi saat ini menuntut kreatifitas lebih dari para guru, sehingga sangat penting untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam pembelajaran,” ujar Takdir.
Salah satu peningkatan kapasitas itu, lanjut H Takdir, termasuk penguasaan teknologi informasi bagi para guru.
“Karena sekarang ini kita sudah memasuki era digital sehingga mereka harus melek IT,” ucapnya.
Sementara Bupati Maros, Chaidir Syam berharap dana sertifikasi yang diterima ditambah satu bulan gaji ini, benar-benar dimanfaatkan dengan baik.
“Saya minta jangan dipakai untuk hura-hura di acara pesta tahun baru yang tidak bermanfaat,” ujar Chaidir.
Lebih lanjut, Chaidir mengingatkan agar para ASN, terutama guru serta masyarakat pada malam tahun baru nanti, agar merayakannya di rumah saja bersama keluarga, karena kondisi pandemi yang belum selesai. (roma)