Ketua DPC Demokrat Jeneponto: Sekarang Kami Ikut Keputusan DPP Berjuang Bersama Ni’matullah, Kami Tidak Mau Ikut-Ikutan Frustrasi

Ketua Demokrat Kabupaten Jeneponto Andi Kaharuddin Mustamu, menemui Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah Rahim Bone. (Foto Ist)
menitindonesia, JENEPONTO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Jeneponto, Andi Kaharuddin Mustamu, menentukan sikap tegasnya pasca Musda IV Partai Demokrat Sulsel digelar. Dia mengatakan Demokrat Jeneponto tak ingin ikut-ikutan frustrasi karena jagoannya, Ilham Arif Sirajuddin (IAS), kalah di Musda Demokrat.
“Saya tegaskan sikap politik Partai Demokrat Jeneponto sekarang, kami tegak lurus dengan keputusan DPP, dan kami sudah menganggap Musda Demokrat sudah selesai. DPP sudah memilih yang terbaik untuk memimpin Demokrat Sulsel ke depan. Kami akan patuh dengan keputusan itu,” kata Andi Kaharuddin Mustamu, saat dikonfirmasi menitindonesia.com, Kamis (19/5/2022).
Dia juga mengatakan bahwa seluruh rangkaian Musda yang dilaksanakan baru-baru ini sesuai dengan ketentuan AD/ART Partai Demokrat. Menurutnya, tak ada alasan bagi dia untuk menolak keputusan Tim 3 DPP yang menetapkan Ni’matullah sebagai Ketua terpilih.
Andi Kaharuddin Mustamu bersama Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono – Kami kader yang tertib yang mencintai ketum kami. (Foto: Ist)
“Justru wajib kami dukung sepenuhnya. Memang, aturan dalam AD/ART Musda hanya menetapkan calon dan persyaratannya mendapat dukungan minimal 20 persen. Jadi Ni’matullah memenuhi syarat untuk ditetapkan oleh Tim 3 dan harus diterima,” jelasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari Fraksi Partai Demokrat itu, juga menegaskan, tidak ada sedikitpun pelanggaran yang terjadi saat Musda, dan tidak terdapat alasan untuk menolak hasil akhir dari Musda tersebut.
Kaharuddin Mustamu juga menyinggung terkait adanya oknum pendukung IAS yang mau memboikot kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hanyalah kelakar belaka. Menurutnya, tidak mungkin ada kader partai yang mau menolak Ketumnya datang ke daerahnya.
“Itu hanya kelakar teman saja. Kami tidak pernah punya rencana seperti itu, justru kami bangga jika Ketum kami yang kami cintai dan seluruh kader merindukannya, mau datang ke Sulsel melantik Pengurus DPD. Kan kita bisa bersua, salaman dan foto-foto bersama Mas AHY,” ujarnya.
Selain itu, Andi Kaharuddin Mustamu juga mengungkapkan, setelah ada keputusan Tim 3 DPP, pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada Ni’matullah, bahwa proses Musda Demokrat Sulsel sudah selesai dan dirinya akan tertib dalam barisan Demokrat di Sulawesi Selatan.
Jika dalam dinamika politik saat Musda terjadi perbendaan sikap dan beda pendapat, kata dia, bukan berarti perbedaan sikap itu menjadi jalan permusuhan, tetapi sebaliknya, menjadi jalan datangnya berkah dan rahmat Tuhan.
“Di Demokrat kami biasa berbeda pendapat. Tapi setelah ada keputusan akhir, para kader kembali tertib dan masuk dalam barisan yang sama. Pak Ulla selalu mengajarkan itu selama ini. Jangan segan berbeda pendapat, tapi harus tertib jika ada keputusan, ikuti rambu-rambu, yaitu aturan partai,” ungkapnya.
Dia juga mengaku optimis, di bawah kepemimpinan Ni’matullah, Demokrat akan kembali jaya di Pemilu 2024, sehingga dia menilai keputusan DPP dan Tim 3, memiliki pertimbangan ke arah itu. Kaharuddin mengakui bahwa figur IAS yang didukungnya di Musda, juga masih merupakan kader yang baik.
“Meski Ulla yang dipilih Tim 3, bukan berarti IAS tidak baik, IAS tetap kader yang baik. Makanya kami juga berharap Pak IAS juga menerima keputusan itu dan menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin, memikirkan kepentingan para pendukungnya ke depan tanpa harus mendorong permusuhan,” jelasnya. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini