Syamsir Anchi - saat melaporkan kasus korupsi di KPK beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Direktur Eksekutif Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi, mengatakan, wajib mendukung langkah Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan bersih-bersih di kepolisian.
“Saatnya masyarakat membantu Kapolri melakukan bersih-bersih. Kita tidak boleh punya polisi yang aibnya tersebar ke seluruh jagad,” kata Syamsir Anchi kepada jurnalis media ini di Makassar, Minggu (16/10/2022).
Mantan Aktivis 98 itu, bilang, banyak pihak yang menyebut di dalam tubuh Polri sedang terjadi “perang bintang” yang melibatkan geng judi online melawan geng narkoba. Menurutnya, orang menyebut, masih ada geng tambang yang sedang menunggu di tikungan.
Tapi, Anchi mengaku ragu. Istilah geng judi, geng narkoba dan geng tambang di tubuh Polri itu, ujar dia, patut disangsikan kebenarannya.
“Apa benar ada geng-geng seperti itu, ini kan tidak jelas di mana juntrungannya, saya hanya dengar di tik tok saat meletusnya kasus Ferdy Sambo,” katanya.
Terkait dengan kasus Ferdy Sambo yang dikaitkan dengan judi online, kata Anchi, hanyalah rangkaian yang sesungguhnya sudah dianggap biasa. Sejak tempo dulu, sebelum Ferdy Sambo jadi polisi, ujar dia, urusan judi itu selalu ada dan melibatkan kepolisian.
“Jangankan di Indonesia, di Amerika pun ada polisi yang bekingi judi. Dulu, di Makassar juga pernah ada Raja Judi, tapi usaha judinya sudah bubar sekarang, rajanya sudah tua dan sudah insyaf. Dia punya mall di atas asset negara,” ujarnya.
Namun, Anchi juga tak memungkiri bahwa ada tiga peristiwa yang terjadi secara berurut. Kasus Ferdy Sambo yang heboh, karena polisi bunuh polisi dan belasan polisi dipecat. Menurut Anchi, persoalan itu murni karena emosi Sambo meledak setelah menerima informasi kalau istrinya, sudah ditiduri sama ajudannya, Yoshua, di Magelang.
“Jadi Sambo mengamuk dan memerintahkan Eliezer hajar Brigadir Yoshua karena persoalan siri na pacce terhadap istrinya. Bukan karena urusan judi atau kalah judi,” ucapnya.
Upaya yang dilakukan Sambo untuk mengubah jalan cerita peristiwa pembunuhan ajudannya itu, ujar Anchi, membuat resah publik. Puluhan polisi dilibatkan melakukan rekayasa mengubah fakta jadi karangan, sekaligus melenyapkan barang bukti.
“Adanya rekayasa itu membuat Jokowi marah, karena melihat kasus Sambo ini bisa menjadi aib polisi,” ucapnya.
Baru saja kasus Ferdy Sambo cs dilimpahkan, kata Anchi, mencul persoalan baru: Tragedi stadion Kanjuruhan yang menwaskan 132 penonton bola. Tragedi ini terjadi, ungkap Anchi, karena polisi menembakkan gas air mata ke tengah penonton di tribune stadion.
“Penonton pasti berhamburan ke luar stadion. Ternyata pintu stadion masih terkunci. Di situlah orang-orang tewas. Matanya pedis dan kehabisan nafas. Ada yang mengira gas air mata yang ditembakkan itu sengaja untuk membunuh orang banyak,” ujarnya.
Anchi menyalahkan komunikasi polisi di awal-awal peristiwa Stadion Kanjuruhan itu. Menurutnya, ada jenderal polisi di bagian humas bilang, tewasnya banyak penonton itu bukan karena gas air mata, sehingga membuat persepsi publik kepada polisi terpuruk akibat kegagalan komunikasi oknumnya itu.
Timses Jokowi dari Pospera Sulsel pada Pilpres 2019 ini, menuturkan, bahwa di saat keadaan seperti itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan untuk mengusut tuntas. Bahkan, kata Anchi, Kapolri langsung mencopot Kapolres Malang AKBP Ferly Hidayat kemudian menarik Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa digeser menggantikan Irjen Nico sebagai Kapolda jatim.
“Kasihan Pak Listyo, baru saja menempatkan Irjen Teddy Minahasa menggantikan Nico Afinta, eh, muncul lagi kasus baru, Kapolda Jatim yang baru siap-siap bertugas itu, tiba-tiba ditangkap karena terlibat jual beli narkoba sama mami diskotik,” ungkap Anchi.
Munculnya tiga peristiwa yang terjadi secara beruntung itu, ujar dia, tak ada jalan lain kecuali mendukung sikap tegas dan langkah-langkah Jenderal Listyo membersihkan institusinya dari oknum polisi nakal.
“Kita harus tetap sayang kepada Polri, meskipun beberapa petingginya tertebar aibnya. Kita harus dukung Jenderal Listyo, saya lihat dia sangat bersungguh-sungguh mengangkat citra Polri,” ucap Anchi. (roma)