Ristekdikti Bantu SDN 49 Belae Gazebo dan Fasilitas Internet

Kementerian Ristekdikti bantu SDN 46 Balae. (Foto: Ist)
menitindonesia, PANGKEP – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Belae, mendapat bantuan gazebo dan layanan fasilitas akses teknologi jaringan internet.
Kawasan sekolah ini merupakan daerah sulit diakses internet karena berada di tengah gugusan karst, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Belae berada di Kecamatan Minasate’ne, saat ini tak lagi ketinggalan informasi melalui internet dan memudahkan guru sekolah ini untuk mencari bahan pengajaran, dan pelaporan harian guru di sekolah dasar yang selama ini berada di kawasan blank spot internet. Tak hanya internet, SD 49 Belae juga mendapat bantuan gazebo yang bisa digunakan guru dan murid untuk melakukan aktifitas di luar kelas.
Bantuan internet ini menerapkan teknologi MIMO Relay Sistem dalam mendukung proses belajar mengajar (PMB) di sekolah tersebut. MIMO merupakan singkatan dari Multiple-Input Multiple-Output merupakan suatu teknologi yang menggunakan prinsip diversity dengan tujuan meningkatkan data rate dalam range yang lebih besar tanpa membutuhkan bandwidth atau daya transmisi yang besar.
Teknologi ini dikembangkan oleh Guru Besar Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar, Prof. Apriana Toding, ST., M.Eng.Sc, Ph.D yang merupakan Alumni Curtin University, Perth Australia. Sistem ini pernah diterapkan di SDN 09 Tikala, Toraja Utara dan SDN 129 Lea Tana Toraja pada masa pendemi Covid-19 tahun 2020 dan 2021 dan di tahun 2022 juga pernah diterapkan di SDN 59 Rea, Pangkep yang lokasinya tak jauh dari SDN 49 Belae.
“Teknologi ini sudah kita coba diterapkan pada masa pandemi Covid-19 di Toraja Utara dan Tana Toraja, serta satu sekolah tak jauh dari sini (49 Belae). Dan itu berhasil dengan baik, karena membantu guru maupun murid di sekolah tersebut dalam proses pembelajaran jarak jauh. Nah, akhir tahun ini, kita menerapkannya lagi di SDN 49 Belae,” ujar Apriana di Pangkep, Sabtu (17/12/2022).
Selain itu Apriana juga mengatakan, Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Berbasis Kinerja Indikator Kinerja Utama Bagi Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2022.
Apriana merupakan alumni Curtin University, saat ini menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UKI Paulus Makassar. UKI Paulus mendapatkan Insentif dari Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tahun Anggara 2022. Batch I ada 50 Perguruan Tinggi Swasta mendapatkan penghargaan dalam bentuk insentif pengabdian kepada masyarakat.
Program penyediaan internet dan pembangunan gazebo ini menggunakan anggaran dari penyelenggara Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riste dan Teknologi Tahun Anggaran 2022. Program ini diketuai Apriana Toding dan Beranggotaan Dr. Natalia Paranoan, S.E., M.Si; Asher Tumbo, S.H., M.H.; Eltrit Bima Fitrian, S.Si., M.Si, serta lima mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan MBKM. (*)