Sinergitas OJK Kantor Regional 6 Sulampua Bersama Stakeholders Tingkatkan Literasi dan Akses Keuangan

penyerahan penghargaan TPAKD Terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang diserahkan oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Aslam Patoangi, S.H., M.Si.
menitindonesia, MAKASSAR – Senin, 19 Desember 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (KR 6 Sulampua), Universitas Hasanuddin, PT BPD Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari Kegiatan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman OJK-UNHAS, Kuliah Umum, Pembukaan Rekening Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), dan Mini Expo dengan tujuan untuk mendorong tingkat literasi masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat, pada Senin (19/12/2022).
Penandatangan Nota Kesepahaman merupakan bentuk nyata dari komitmen OJK dan Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan tingkat literasi Masyarakat Daerah dan juga mendorong Inklusifitas Sektor Jasa Keuangan melalui serangkaian Kerjasama Edukasi dan Sosialisasi Keuangan kepada para Civitas Akademika yang kemudian akan menjadi perpanjangan tangan OJK dalam memberikan Edukasi dan Sosialisasi Keuangan kepada masyarakat daerah.
Dalam pelaksanaan Penandatanganan Nota Kesepahaman, Otoritas Jasa Keuangan dan Universitas Hasanuddin juga bersama-sama melaksanakan kegiatan Kuliah Umum dengan menghadirkan Ketua Dewan Komisioner OJK RI Mahendra Siregar,Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa M.Sc, dan Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito sebagai Narasumber dengan materi Kuliah berkaitan erat dengan Perlindungan Konsumen.
WhatsApp Image 2022 12 21 at 23.42.51
Dihadiri langsung oleh 2.500 Mahasiswa Universitas Hasanuddin dan 1.000 Mahasiswa Universitas lainnya secara daring melalui Webinar.
Selanjutnya, OJK KR 6 Sulampua bersama Bank Sulselbar dan Universitas Hasanuddin, dalam semarak meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia melaksanakan kolaborasi dengan melakukan pembukaan 1.000 Rekening Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) di lingkungan Universitas Hasanuddin, yang mana kegiatan tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Rekor MURI dengan kategori Pembukaan Rekening Tabungan Mahasiswa dan Pemuda Terbanyak dari Satu Perguruan Tinggi.
Tidak hanya pembukaan Rekening SiMUDA, OJK KR6 Sulampua dan Universitas Hasanuddin juga menunjuk beberapa mahasiswa sebagai Agen Literasi Keuangan yangdiharapkan dapat menjadi akselerator dalam menumbuhkan jiwa menabung dan
investasi di daerahnya.
OJK bersama Bursa Efek Indonesia juga membuka Mini Expo Pasar Modal dengan menghadirkan 15 Sekuritas dan 10 Galeri Investasi di pelataran Baruga Andi Pettarani.
Melalui pembukaan Mini Expo ini, OJK berharap agar mahasiswa yang menjadi peserta kuliah umum dapat secara langsung mempelajari tentang Pasar Modal dan membuka rekening investasinya.
Ketua Dewan Komisioner, Mahendra Siregar menyampaikan bahwa Perlambatan Outlook pertumbuhan Ekonomi ke depan menjadi suatu hal yang tidak terhindarkan sebagaimana diperkirakan oleh berbagai lembaga Internasional.
Dalam menyikapi hal tersebut, kata dia, Otoritas Jasa Keuangan perlu untuk membentuk kebijakan yang kolaboratif, tepat, dan terukur dalam menentukan prospek terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan kedepannya.
“Salah satu langkah dalam menjaga stabilitas tersebut adalah dengan memberikan pemahaman yang mendalam terhadap generasi kita dan masyarakat sekitar tentang manajemen keuangan. Oleh sebab itu kegiatan dan kerjasama ini merupakan salah satu bukti nyata akan keseriusan OJK dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Mahendra Siregar.
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sarjito, menerangkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan terus mendukung literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman yang mendasar kepada masyarakat Indonesia tentang pentingnya perlindungan konsumen dan tentang manajemen keuangan itu sendiri,” ujar Sarjito.
Oleh sebab itu, lanjut dia, diharapkan melalui kegiatan kuliah umum ini, masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan dan terkhususnya para mahasiswa di Universitas Hasanuddin mendapatkan bekal untuk digunakan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar.
Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Darwisman, menerangkan bahwa pada
kesempatan ini, setelah 3 tahun Bangsa Indonesia terjebak dalam pandemic Covid-19, sudah saatnya Bangsa ini pulih lebih cepat, dan bangkit lebih kuat. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan aksi nyata dari keseriusan Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Bangsa Indonesia.
Darwisman menerangkan bahwa tingkat literasi Keuangan di Provinsi Sulawesi Selatan hanya sebesar 36.88%, hal ini berbeda jauh dengan tingkat inklusi keuangan yang berada di angka 88.57%. Sementara tingkat literasi di Provinsi Sulawesi Barat mencapai angka 46.49% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70.39%.
Dalam rangka mendorong perekonomian, dan kesejahteraan masyarat di Provinsi Sulawesi Selatan, ungkap Darwisman, mereka terlebih dahulu harus terbebas dari kurangnya pemahaman akan keuangan.
“Dengan adanya kegiatan edukasi keuangan ini, dan juga dengan adanya sinergi dan kolaborasi yang aktif antara OJK KR6 Sulampua, Universitas Hasanuddin, Bank Sulselbar dan Bursa Efek Indonesia maka kedepannya beliau mengharapkan sinergitas ini dapat meningkatkan literasi Keuangan masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Sehingga target 90% terhadap tingkat Inklusi Keuangan dan peningkatan literasi dapat tercapai. Jika Bersama pasti bisa, jika Bersatu pasti Maju,” tegasnya.
Plt. Direktur Utama PT Bank Sulselbar, H. Yulis Suandi menyampaikan bahwa Bank Sulselbar berkomitmen untuk membuka ruang dan akses seluas-luasnya bagi seluruh Mahasiswa dan Pemuda baik di Provinsi Sulawesi Selatan maupun Provinsi Sulawesi Barat, agar kedepannya indeks literasi dan inklusi keuangan semakin meningkat, dan melebihi ekspektasi yang ditargetkan oleh Pemerintah Indonesia, yang tercermin dari dukungan Bank Sulselbar terhadap kegiatan dimaksud.
Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaludin Jompa M.Sc menyampaikan dukungan kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk percepatan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat.
Diharapkan kolaborasi antar OJK dan Universitas Hasanuddin tidak akan
berhenti disini saja. Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk diberikan kepada Mahasiswa, dimana nantinya mereka dapat menjadi agen literasi keuangan dan mengenalkan produk-produk dan atau layanan jasa keuangan kepada masyrakat sekitar.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan industri jasa keuangan, OJK
berharap melalui kegiatan tersebut dapat menguatkan sinergitas antara OJK, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Institusi Pendidikan setempat untuk menyusun dan merealisasikan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, dalam upaya pencapaian target inklusi keuangan nasional 90% pada tahun 2024.
Kegiatan Wisuda UMKM Berdaya Saing, Maju, dan Go Internasional (BAJI’NA) serta Pemberian Penghargaan TPAKD Award Tahun 2022. Bertempat di Atrium Mall Phinisi Point Makassar, Kantor OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua menyelenggarakan Kegiatan TPAKD Summit Region Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Tahun 2022 dengan rangkaian kegiatan:
1. Pemberian penghargaan TPAKD Award kepada Bupati/Walikota yang telah aktif
mengimplementasikan program TPAKD;
2. Pengukuhan dan Wisuda UMKM Berdaya Saing, Maju, dan go Internasional (UMKM
BAJI’NA) serta pemberian award kepada 5 (lima) UMKM BAJI’NA terbaik dan
sekaligus pelepasan ekspor 5 (lima) UMKM BAJI’NA dengan negara tujuan
Hongkong, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Arab Saudi, dan Cina.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan,
Mahendra Siregar, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Aslam Patoangi, S.H., M.Si., Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito, Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua, Darwisman, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana, Bupati/Walikota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, pimpinan lembaga jasa keuangan, peserta UMKM BAJI’NA, serta stakeholders terkait lainnya.
Dalam laporannya, Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua, Darwisman menyampaikan pencapaian program TPAKD utamanya program unggulan akselerasi akses keuangan selama setahun, yaitu:
1. Program Klasterisasi UMKM dengan target pembentukan klaster sebanyak 200
klaster, saat ini telah terealisasi sebanyak 293 klaster dengan total plafond kredit yang disalurkan sebesar Rp241,04 Miliar kepada 7.912 debitur.
2. Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) dengan target pelaksanaan K/PMR Phinisi sebanyak 200.000 debitur, telah terealisasi sebanyak 372.907 debitur dengan akumulasi plafond sebesar Rp 12,35 triliun.
3. UMKM BAJI’NA (Berdaya saing, mAJu, dan go InterNAtional) yang merupakan
program inkubasi 71 UMKM terpilih dari 24 kab/kota yang hari ini akan dilakukan wisuda UMKM sekaligus pelepasan ekspor perdana.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua mengapresiasi seluruh lembaga jasa keuangan yang telah aktif mendukung programprogram di atas, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Bank Sulselbar.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisoner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito, menyampaikan bahwa dengan adanya TPAKD, tidak hanya memberikan akses keuangan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong kolaborasi
antara seluruh stakeholders untuk berdiskusi bersama-sama, memecahkan permasalahan ekonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing. Seluruh elemen dari TPAKD diharapkan terus berkolaborasi dan memperkenalkan produk-produk Lembaga Jasa Keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM agar tidak terjerat pada rentenir.
Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan penyerahan penghargaan TPAKD Terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang diserahkan oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Aslam Patoangi, S.H., M.Si. kepada:
1. TPAKD Kabupaten Luwu Utara
Sebagai TPAKD Terbaik dengan Inovasi Fasilitasi Akses Keuangan kepada UMKM melalui Alokasi APBD dalam bentuk Subsidi Bunga 0%.
2. TPAKD Kabupaten Gowa
Sebagai TPAKD Terbaik dengan Peningkatan Klasterisasi UMKM Tertinggi Tahun 2022.
3. TPAKD Kabupaten Polewali Mandar
Sebagai TPAKD Terbaik dalam Mendukung Akselarasi Peningkatan Tabungan Segmentasi Pelajar (KEJAR) Tahun 2022.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Aslam Patoangi, S.H., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan kerja keras dari seluruh anggota TPAKD dalam mendorong peningkatan akses keuangan di Sulawesi Selatan. Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan 5,72% pada triwulan III 2022 salah satunya atas kontribusi TPAKD yang terus bergerak dan bersinergi dengan seluruh stakeholders dalam updaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.
Di sesi sambutan pada akhir acara, Ketua Dewan Komisioner OJK RI, Mahendra Siregar, menyampaikan apresiasi atas program kerja TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta harapan agar program yang baik dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya. Ketua Dewan Komisioner OJK RI menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan mempunyai peran sentral di Indonesia, khususnya kawasan Indonesia timur, yang harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang diistilahkan dengan “perfect storm” yang terdiri dari resesi, inflasi, dan geopolitik.
Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi harus terus disinergikan dan dikolaborasikan dengan seluruh stakeholders, dan OJK siap untuk hal tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK RI juga menegaskan bahwa OJK memiliki peran tidak hanya dalam mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan, tetapi juga menjadi pelaku aktif dan membangun koordinasi dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan di daerah. OJK siap bersinergi dalam membangun ekosistem-ekosistem yang diperlukan untuk mendorong UMKM untuk terus tumbuh dan berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK RI langsung mengukuhkan dan mewisuda UMKM BAJI’NA secara simbolis sekaligus pelepasan ekspor UMKM BAJI’NA. (*)