Pj Gubernur Bahtiar dan Buruh Dialog, Pengumuman UMP 2024 di Sulsel Ditunda

menitindonesia, MAKASSAR – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Ardiles Sagaf menyampaikan pengunduran pengumuman UMP 2024 yang rencananya diumumkan pada, Senin (20/11/2023) Pengunduran UMP dilakukan lantaran adanya beberapa hal yang harus dibahas dengan Dewan Pengupahan.
Pasalnya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dituntut oleh buruh adalah kenaikan 7 persen, selain itu buruh juga menolak sistem pengupahan pada PP 51 tentang pengupahan. Oleh karena itu kata Ardiles perlu dikaji kembali agar mencapai kesepakatan.
“Dari hasil rapat dewan pengupahan, pengusaha meminta 1,45 persen dan berdasarkan PP 51 senilai 3,434.298 sementara buruh meminta 7 persen senilai 3,626.844. Jadi naik Rp241. 699.353 dari tahun 2023,” kata Ardiles kepada wartawan di ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/11/203)
Pihaknya kata dia, menyampaikan Gubernur yang selanjutnya terkait apa jadi tuntutan buruh. Menurut Ardiles jika apa yang disampaikan ke Gubernur tentunya menjadi bahan pikiran besaran UMP 2024.
Berdasarkan kesepakatan pekerja disebutkan Ardiles. Itu tertuang pada pasal 191 A UU No 6 tentang pengesahan peraturan pemerintah pengganti UU no 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Dengan menggunakan regulasi PP Nomor 78 tahun 2015.“Hasil dialog Gubernur dan aliansi buruh dilakukan dan selanjutnya UMP 2024 di undur. Besok Selasa (21/11/2023), hari terakhir pengumuman UMP, ” ujarnya. (*)