menitindonesia, MAKASSAR – Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan memastikan stok vaksin campak dalam kondisi aman dan telah didistribusikan ke seluruh daerah terdampak, termasuk Kota Makassar, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Wajo.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan pemerintah daerah kini menggencarkan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) dan imunisasi kejar.
Langkah ini dilakukan setelah tercatat 169 kasus positif campak sepanjang Januari–April 2026, yang kini seluruhnya telah dinyatakan sembuh.
“Sebagian besar kasus, sekitar 60 persen, terjadi pada anak yang belum pernah diimunisasi. Karena itu kita lakukan imunisasi kejar,” ujar Evi, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, capaian imunisasi di sejumlah daerah menunjukkan hasil signifikan. Di Kabupaten Sinjai, misalnya, realisasi bahkan melampaui target hingga 160,99 persen.
Secara keseluruhan, puskesmas di kabupaten/kota disebut bergerak masif untuk mempercepat cakupan vaksinasi.
Dinkes Sulsel menargetkan sebanyak 116.808 anak dapat terjangkau imunisasi campak melalui program ORI hingga akhir Mei 2026. Rinciannya, 9.252 anak di Sinjai dan 106.473 anak di Makassar, serta ribuan anak di daerah lainnya.
“ORI ini respons terhadap kejadian luar biasa, tetapi imunisasi campak tetap menjadi program rutin,” jelasnya.
Evi menegaskan, campak bukan penyakit berbahaya jika ditangani dengan baik. Namun, risiko komplikasi bisa meningkat bila tidak segera ditangani.
“Yang berbahaya itu komplikasinya. Karena itu imunisasi sangat penting sebagai pencegahan,” katanya.
Sebelumnya, total 169 kasus positif campak tersebar di tujuh daerah dan kini seluruh pasien telah dinyatakan sembuh.
Meski begitu, Dinkes menegaskan status kejadian luar biasa (KLB) tidak pernah ditetapkan di daerah tersebut.
“Kalau ada gejala seperti demam, ruam, atau mata merah, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbau Evi.
Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggenjot vaksinasi guna mencegah penyebaran kasus baru.
“Vaksin selalu tersedia. Imunisasi ini bukan pengobatan, tetapi pencegahan agar tidak terjadi penularan,” tutupnya.