Program EKI di Desa Lembanna Bulukumba di Launching

Foto : Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Ketua OJK Sulampapua, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI Inarno Djajadi, Ketua OJK Sulampua Darwisman secara bersama Melauching program EKI

menitindonesia, BULUKUMBA – Program EKI merupakan upaya langkah progresif untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat, khususnya di perdesaan. Kini terealisasikan. Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin,

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Ketua OJK Sulampua Darwisman dan sejumlah pejabat hadir dan menyaksikan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) OJK Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua tersebut di Launching di Villa Pajokka, Pantai Mandala Ria, Desa Lembanna, Kabupaten Bulukumba, Jumat (24/11/2023)

Pj Gubernur Bahtiar mengatakan, bersama OJK melakukan sinergi termasuk bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses layanan keuangan, hingga pada program ketahanan pangan.

Bahkan, Kepala OJK Sulampua menjadi Ketua Satgas Pisang Sulsel membangun ekosistem budidaya pisang di Sulsel, mengikhtiarkan menanam satu miliar pohon pisang pada lahan terlantar 500 ribu hektar selama satu tahun ke depan.

“Ekosistem ekonominya sedang kami bangun, banyak pihak kami libatkan, termasuk dunia perbankan. Nah untuk Desa Lembanna, perlu dibangun budaya wisata, termasuk mengajak dunia kampus untuk membuat karya tentang desa ini secara ilmiah. Baik kelebihan dan nilainya. Termasuk kapal Pinisi yang melegenda,” jelasnya dalam rilisnya, Minggu (26/11/2023)

Dengan adanya program EKI ini kata Bahtiar, diharap agar warga di Desa wisata mengerti dan bisa berbahasa Inggris sehingga perlu dididik dan dilatih. Coba kita lihat kekuatan Bali, siapa pun orang di sana, masyarakatnya bisa menjelaskan tentang Bali, dari hulu ke hilir, alamnya, budayanya, manusia dan kebudayaannya. Nah itu harus diedukasi seperti itu, terutama kemampuan bahasa, karena wisatawan termasuk mancanegara suka daerah seperti ini,” ungkapnya.

Bahtiar mengatakan, wilayah Bira-Takabonerateni perlu didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), karena sebuah daerah akan menjadi hebat ketika sudah ditetapkan KEK. Maka akan banyak program yang masuk. Baik sarana prasarana pendukungnya oleh pemerintah, listrik, air, pelabuhan, jalan dan lainnya untuk mendukung sistem perekonomian tersebut.

Ia juga menyampaikan, Pemprov Sulsel akan memberikan bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih daerah wisata ini. Disebutkan bahwa pada tahun 2023, TPKAD Sulsel telah menetapkan satu desa yang dipilih dari 3.051 desa di Sulsel sebagai pilot project program Ekosistem Program Ekosistem Keuangan Inklusif yaitu Desa Lembanna di Kabupaten Bulukumba. Desa dengan luas 12 Km persegi dengan jumlah penduduk 2.492 orang, memiliki potensi menjadi destinasi wisata dengan keindahan alam yang terdiri dari Pantai Mandala Ria, situs purbakala, Goa Passea dan Batu Tongkarayya.

Sementara itu Bupati Bulukumba, Andi Muchtar mengharapkan, program eksosistem keuangan ini dapat lebih masif untuk membantu dan menfasilitasi masyarakat pelaku usaha untuk mendapat akses kredit UMKM yang bergerak di sektor produksi dan wirausaha muda.

“Potensi Bulukumba di sektor keuangan sangat menjanjikan dan terus berkembang. Perputaran uang tidak kurang dari Rp1 triliun per bulan. Sekiranya saya titip kepada OJK terkait pembiayaan jangan hanya di sektor properti lebih diprioritaskan. Tapi bagaimana sektor pertanian dan perikanannya kita,” harapnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI, Inarno Djajadi, menyampaian rasa syukur bisa hadir dan melihat keindahan luar biasa dari desa ini dan pantainya. Demikian juga apresiasi kepemimpinan Penjabat Gubernur Bahtiar dan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali dalam berkolaborasi dengan OJK.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui program ini, dilakukan pendampingan mulai dari pra-inkubasi, inkubasi dan pasca-inkubasi.

Program juga akan mengoptimalkan potensi yang ada di perdesaan yaitu potensi alam, budaya, sosial, dan finansial, dengan ketersediaan akses keuangan dari berbagai sektor jasa keuangan seperti perbankan, asuransi dan pasar modal.

Hadir di launching Program EKI ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI Inarno Djajadi, serta Ketua OJK Sulampua Darwisman secara bersama melauching secara simbolis program EKI, dengan memutar kemudi kapal Pinisi ke kanan. (*)