Ngopi Bareng Caleg Provinsi Asal Maros, Caleg PAN Ungkap Ada Oknum Anggota DPRD Sulsel Korupsi Bansos

FOTO: Nobrol Politik bareng caleg DPRD Provinsi Sulsel 2024 yang digelar di Warkop Pagi, PTB, Maros
menitindonesia, MAROS – Azmara Law Office pimpinan Azis Maskur menggelar acara Ngobrol Politik (Ngopi) bareng dengan Calon Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan 2024 asal Kabupaten Maros dari berbagai partai politik. Acara di gelar di Warkop Kopi Pagi, kawasan Pantai Tak Berombak (PTB), Maros, Sabtu (31/12/2023).
Hadir pada acara Ngopi bareng ini, yakni sebanyak 7 orang caleg, masing-masing dari Partai Amanat Nasional (PAN) A Muhammad Irfan AB dan Akbar Hasan, Partai Golkar HA Patarai Amir, PDI-P Muhammad Agus, Perindo Andi Muhammad Nur Baso, Demokrat Yunus Tiro, Gelora Ir Burhanuddin.
BACA JUGA:
Meski Diguyur Hujan Mahasiswa Unismuh Semangat Tanam Pisang Cavendish
Saat Ngopi bareng, masing-masing caleg memperkenalkan diri dan menyampaikan gagasan-gagasannya ketika mereka mendapat amanah nanti. Saat menyampaikan pemaparan, Caleg DPRD Provinsi dari Golkar HA Patarai Amir mengatakan, bahwa jumlah pemilih tetap di Maros mencapai 270 ribu wajib pilih, terbesar di Dapil 6 Sulsel yang meliputi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Kota Parepare.
Ia menyampaikan, pada Pileg 2019, yang terpilih dari Kabupaten Maros hanya dua caleg, yakni Irfan AB dari PAN dan Muzayyin Arief dari PKS. “Ini sangat ironis. Caleg asal Pangkep yang terpilih 6 orang, Maros cuma 2 orang, meskipun Maros paling tinggi jumlah wajib pilihnya,” kata HA Patarai Amir.
BACA JUGA:
Danny Pomanto Naik Jestki Beli Ikan dari Hasil Tangkapan Nelayan Sembari Ajak Makan Bersama
Pada Pileg yang akan digelar pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, Patarai berharap, jumlah caleg terpilih asal Maros bisa bertambah. Untuk itu, Patarai mengungkapkan kalau dirinya gencar melakukan sosialisasi di Maros agar bisa berkonstribusi menambah jumlah orang Maros yang lolos ke DPRD Sulsel nanti. “Saya berharap, orang Maros yang lolos ke DPRD Provinsi bisa mencapai 4 sampai 5 orang,” ujarnya.
Caleg petahana PAN, AM Irfan AB, mengatakan, bahwa keterwakilan daerah di DPRD Provinsi sangat penting. Sebab banyak aspirasi masyarakat, harus disuarakan di komisi-komisi di DPRD Provinsi. “Seperti kebijakan masalah pendidikan, selama ini saya minta ke partai untuk ditempatkan di komisi pendidikan karena saya mau program pendidikan didorong ke Maros,” ujar Irfan.
Caleg Perindo Andi Muhammad Nur Baso, menceritakan bahwa dirinya adalah mantan anggota Polri yang mengabdi selama 23 tahun, sebelum pensiun dini. Namun, dia merasa terpanggil untuk berjuang di dunia politik. Ia ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat  Maros di DPRD Sulsel. Karena itu, AM Nur Baso bertarung di Pemilu 2024 melalui Partai Perindo.
Sedangkan Ir Burhanuddin, Caleg Nomor urut 2 Partai Gelora mengatakan, bahwa momentum ngopi ini yang pertama kalinya dilakukan dengan semua caleg provinsi dari Maros. Burhanuddin menuturkan, bahwa setelah pensiun sebagai birokrat, dia ingin melanjutkan pengabdiannya di dunia politik.
Menurut mantan Kadis Pertanian Maros itu, aspirasi Petani Maros harus diperjuangkan di DPRD Sulsel. Ia mengaku maju sebagai caleg untuk membawa aspirasi petani dan masyarakat Maros. “Selama jadi birokrat, saya pernah menjabat Kadis Pertanian, saya tahu banyak harapan masyarakat harus didorong ke provinsi melalui DPRD Sulsel,” ujarnya.