Banjir Parah di Maros, Patarai: Kalau Terus Dibiarkan Maros Bisa Tenggelam

menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Andi Patarai Amir, mengangkat isu banjir parah di Kabupaten Maros ke tingkat nasional dalam kunjungannya ke Komisi V DPR RI, Rabu (19/2/2025).
Ia menuntut perhatian dan solusi konkret dari pemerintah pusat atas bencana yang disebutnya sebagai “banjir terparah dalam enam tahun terakhir”.
Dalam rapat bersama anggota DPR RI asal Sulsel, termasuk Andi Iwan Darmawan Aras, Patarai menyampaikan kekesalannya atas minimnya solusi dari rapat dengar pendapat sebelumnya yang melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang dan Pemprov Sulsel.
“Saya kecewa karena tidak ada solusi nyata yang muncul dari pertemuan itu,” tegas mantan Ketua DPRD Maros ini. “Kalau siklus banjir enam tahunan ini terus dibiarkan, Maros bisa tenggelam.”
Patarai menyebut banjir awal 2025 telah merendam puluhan ribu rumah, ribuan hektare lahan pertanian, bahkan menyebabkan korban jiwa. Ia menilai penanganan banjir selama ini bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan.
“Masyarakat kami sudah lelah dengan bantuan sementara seperti mie instan. Kami butuh solusi nyata, bukan janji dan paket bantuan yang tak menyelesaikan apa-apa,” kata politisi asal Mallawa itu lantang.
Menanggapi hal ini, Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan bahwa penanganan banjir Maros memang sempat akan dianggarkan dalam APBN 2024, namun terkendala efisiensi. Meski demikian, ia memastikan masalah ini tetap menjadi perhatian Komisi V.
“Kami sudah turun ke lokasi dan menerima penjelasan dari Bupati Maros. Ini akan terus menjadi fokus kami,” ujarnya.
Patarai menegaskan, banjir di Maros bukan hanya persoalan lokal, melainkan juga ancaman bagi aktivitas ekonomi dan sosial di Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
“Kalau Maros lumpuh, Sulsel juga bisa lumpuh,” ujarnya.