Kesan Bupati Maros Ikut Retret: Bangun Jam 4 Subuh, Latihan Fisik dan Terima Materi

Bupati Maros, Chaidir Syam berfoto bersama dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Wamendagri, Bima Arya. (IST)
menitindonesia, MAGELANG – Bupati Maros, Chaidir Syam, mengaku terkesan dengan pengalaman mengikuti retreat kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
Ia menyebut lingkungan Akmil sangat mendukung pengembangan kepemimpinan dan wawasan strategis para peserta.
Kegiatan yang berlangsung hingga 28 Februari 2025 ini mengharuskan seluruh kepala daerah mengenakan seragam Komando Cadangan (Komcad) TNI, menambah suasana kedisiplinan dalam pelatihan.
Saking antusiasnya, Chaidir pun menyempatkan diri berfoto bersama pejabat tinggi, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Selama retreat, para peserta menjalani jadwal ketat khas militer. Chaidir membagikan pengalaman sehari-harinya, mulai dari harus bangun pukul 04.00 WIB, hingga memulai senam pagi pada pukul 05.30 WIB.

BACA JUGA: 
Berseregam Militer, Chaidir Syam Memulai Hari Pertama Retret di Magelang

Tidak hanya fisik yang ditempa, para kepala daerah juga mendapatkan materi penting yang disampaikan langsung oleh tokoh-tokoh nasional.
Beberapa di antaranya adalah pengarahan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, ceramah geopolitik dari Gubernur Lemhanas, serta pembahasan arah politik negara oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Meskipun sesi materi berlangsung hingga pukul 22.00 WIB, Chaidir menilai semua pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi para kepala daerah dalam mengelola pemerintahan.
“Materi-materi yang diberikan sangat relevan dan dibutuhkan untuk memperluas wawasan kami sebagai pemimpin daerah,” katanya, Senin (23/2/2025).
Retreat ini juga bertujuan untuk menyatukan visi dan misi kepala daerah guna mendukung program-program nasional.
Selain itu, acara ini menjadi ajang silaturahmi antar pemimpin daerah, yang memungkinkan mereka berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kualitas pemerintahan di wilayah masing-masing.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah bagi kami untuk bertukar informasi demi kemajuan daerah,” tutup Chaidir.