Di Hari Lahir Pancasila, Andi Sudirman Tegaskan Seleksi Paskibraka Sulsel Sudah Sesuai Mekanisme

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional yang berlangsung di Sulsel telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan Andi Sudirman usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (2/6/2026), menyusul munculnya polemik terkait hasil seleksi Paskibraka nasional dari Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Sudirman, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara berjenjang dan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kompetensi serta kewenangan, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Apa yang telah dinilai dan diputuskan merupakan hasil seleksi yang dilakukan sesuai mekanisme. Kesbangpol Provinsi bersama TNI dan Polri sebagai panitia daerah telah bekerja maksimal menjalankan seluruh tahapan yang menjadi kewenangan daerah,” kata Andi Sudirman.

BACA JUGA:
RDP Digelar Hari Ini, DPRD Sulsel Usut Polemik Penetapan Paskibraka ke Tingkat Nasional

Ia menjelaskan proses seleksi tidak ditentukan oleh individu ataupun kepentingan tertentu. Penilaian dilakukan secara kolektif oleh tim yang terdiri dari berbagai institusi, mulai dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
Keterlibatan berbagai lembaga tersebut, kata dia, menjadi bentuk pengawasan berlapis untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan dan akuntabel.
“Karena itu, proses yang berjalan tidak ditentukan oleh individu ataupun kepentingan tertentu. Mekanisme yang ada dirancang untuk menutup ruang bagi praktik titipan maupun intervensi,” tegasnya.
Andi Sudirman juga menepis anggapan bahwa proses seleksi mempertimbangkan faktor di luar kemampuan peserta. Ia menegaskan prinsip utama yang digunakan adalah keunggulan, kompetensi, dan prestasi yang ditunjukkan selama tahapan seleksi.
“Kita mendahulukan asas keunggulan. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil seleksi yang objektif, bukan berdasarkan klaster yang berbau ras maupun suku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Sudirman mengajak masyarakat menyikapi berbagai dinamika yang berkembang secara bijak dan proporsional. Ia menilai perbedaan pandangan dalam proses seleksi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh mengganggu semangat persatuan.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam merespons setiap persoalan, termasuk berbagai keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme institusi negara.
“Semangat Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung persatuan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa,” katanya.
Sebelumnya, Andi Sudirman bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda Sulsel, jajaran ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, TNI-Polri, serta perwakilan instansi vertikal. Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman membacakan amanat Kepala BPIP yang menegaskan Pancasila merupakan fondasi final bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.