menitindonesia, MAKASSAR – Legislator Makassar, Basdir, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Eight (F8) Makassar 2025 yang digelar di Ambalat Trans Studio Mall, Kecamatan Tamalate.
Festival tahunan ini menampilkan delapan sektor kreatif, yakni food, fashion, fusion music, film, fine art, fiction writers, folks, serta flora fauna.
Anggota Komisi B DPRD Makassar dari Fraksi PKB itu menilai F8 bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang promosi untuk memperkenalkan potensi Makassar ke dunia internasional.
“Tentu kami mendukung kegiatan positif. F8 ini menjual nama Kota Makassar di luar, jadi apa salahnya kita support. Kalau pun tidak lewat anggaran, minimal dengan dukungan bentuk lain,” kata Basdir, Kamis (25/9/2025).
Ia menilai dampak F8 sangat luas, mulai dari sektor ekonomi kreatif, budaya, hingga peluang kerja sama lintas negara. Bahkan, menurutnya, peluang pertukaran pelajar dan lapangan kerja bisa terbuka lewat interaksi dengan stan peserta mancanegara.
“Ini positif sekali, memperkenalkan daerah sekaligus membuka kerja sama internasional. Dampaknya tentu bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Basdir menegaskan F8 harus tetap steril dari kepentingan politik. Ia mengapresiasi inisiatif mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, yang dinilainya patut dihargai sebagai tokoh masyarakat.
“Kita tidak boleh antipati hanya karena ini digagas mantan wali kota. Dua periode beliau pimpin Makassar, lalu buat event yang membanggakan. Itu harus kita hargai,” tegas legislator Dapil II Makassar itu.
Terkait ketidakhadiran Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Basdir menyebut hal itu wajar karena padatnya agenda. Sehari sebelumnya, Munafri meninjau situasi keamanan pascakonflik di Kelurahan Kandea, Kecamatan Tallo.
“Pak wali memang sibuk, bahkan semalam saya mendampingi beliau keliling daerah rawan konflik. Energinya banyak tersita, jadi wajar kalau diwakili,” pungkasnya.