Pabrik Petrokimia Lotte Rp65 Triliun Diresmikan, Prabowo Singgung Peran Jokowi

Presiden Prabowo saat meresmikan pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).
menitindonesia, CILEGON – Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa dirinya sempat mengundang Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dalam peresmian pabrik petrokimia PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).
Proyek raksasa ini menelan investasi hingga Rp 65 triliun dan menjadi salah satu proyek strategis terbesar di sektor industri kimia nasional.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut proyek tersebut seharusnya juga menjadi momen apresiasi bagi Jokowi. Ia menilai, pembangunan pabrik Lotte merupakan buah kerja sama dan lobi Jokowi dengan Presiden Korea Selatan yang berhasil menghidupkan kembali proyek yang sempat mandek sejak 2016.
“Saya mengundang Presiden Joko Widodo, Presiden ke-7 RI, karena bagaimanapun ini salah satu prestasi beliau. Ini dimulai di zaman beliau dan hasil kesepakatan beliau dengan pimpinan Korea Selatan, jadi sepantasnya beliau ke sini,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:
Prabowo: Soal Utang Kereta Cepat Whoosh, Saya yang Tanggung Jawab!

Prabowo mengatakan Jokowi telah menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat hadir.
“Beliau menelepon saya dan menyampaikan belum bisa hadir. Saya maklumi sepenuhnya,” lanjutnya.

BACA JUGA:
Resmikan Investasi Rp62 Triliun LOTTE Chemical di Cilegon, Prabowo: Dunia Percaya pada Indonesia

Presiden menegaskan pentingnya menghormati jasa para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Saya ingatkan generasi penerus dan masyarakat Indonesia, marilah kita pandai-pandai menghormati jasa semua tokoh, semua pemimpin,” kata Prabowo.
Proyek petrokimia Lotte Chemical Indonesia awalnya disepakati sejak 2016, namun sempat terhenti karena berbagai kendala. Proyek ini kembali mendapatkan perhatian serius pada 2020, setelah Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In di Busan untuk melanjutkan kerja sama investasi tersebut.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam peresmian, menceritakan proses panjang penyelesaian proyek ini.
“Saya masih ingat betul pada tahun 2020, pertemuan Presiden Indonesia dan Presiden Korea waktu itu di Busan untuk membahas proyek ini. Alhamdulillah hari ini selesai,” kata Bahlil.
Sebagai mantan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil mengaku banyak terlibat dalam negosiasi dengan pihak Korea Selatan agar proyek kembali berjalan. Ia menyebut pemerintah kala itu membentuk Satgas Investasi untuk memastikan proyek ini mendapat pendampingan penuh.
“Konstruksi dimulai tahun 2022 dan berhasil beroperasi pada Oktober 2025. Ini berkat kolaborasi tenaga ahli Indonesia dan Korea, serta dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah,” ungkapnya.
Pabrik petrokimia milik Lotte Chemical Titan Group ini menjadi salah satu proyek industri hilir terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai investasi mencapai Rp 65 triliun.
Pabrik tersebut memproduksi berbagai bahan baku plastik dan kimia dasar yang digunakan di berbagai industri, termasuk otomotif, tekstil, dan kemasan.