menitindonesia, MAROS – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Maros, Marjan Massere, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik.
Mantan guru tersebut mengaku terjun ke dunia legislatif karena ingin memiliki ruang lebih luas dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Marjan mengatakan pengalaman panjangnya di dunia pendidikan membuatnya banyak melihat persoalan ketimpangan pembangunan. Ia menilai, sejumlah masalah masyarakat tidak cukup diselesaikan hanya dari ruang kelas.
“Saya tumbuh dari dunia pendidikan. Tapi saya melihat banyak hal yang tak bisa diselesaikan hanya dari ruang kelas. Politik memberi ruang lebih luas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya. Jumat (14/11/2025)
Sebelum duduk di DPRD, Marjan pernah mengajar di bawah Kementerian Agama, menjadi dosen di STAI DDI Maros, hingga dipercaya sebagai Tenaga Ahli Bupati dalam percepatan pembangunan. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa kebijakan publik harus lebih berpihak pada rakyat kecil.
“Itulah yang memotivasi saya terjun ke politik. Saya ingin ikut menentukan arah kebijakan,” katanya.
Pada Pemilu Legislatif 2024, Marjan yang pertama kali maju sebagai calon legislatif berhasil meraih 4.979 suara di Dapil V (Tanralili, Tompobulu, Moncongloe). Ia menyebut kepercayaan itu sebagai amanah besar.
“Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya ikut Pileg dan langsung dipercaya masyarakat. Saya anggap ini amanah besar,” ungkapnya.
Marjan juga menyebut dua tokoh yang menjadi inspirasi dalam perjalanan politiknya: Prabowo Subianto dan Bupati Maros Chaidir Syam.
“Pak Prabowo menginspirasi saya soal nasionalisme dan ketegasan. Sementara Pak Chaidir Syam adalah pemimpin yang merakyat dan visioner,” tuturnya.
Sebagai Ketua Komisi II, Marjan kini membidangi sektor strategis seperti ekonomi, pertanian, perdagangan, serta pengelolaan sumber daya daerah. Ia menyebut dua fokus utamanya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengawasan program agar tepat sasaran.
“Komisi II berperan memastikan kebijakan daerah berjalan efisien dan transparan. Kami juga mendorong program yang membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal,” jelasnya.
Untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan, Marjan rutin turun ke lapangan menemui warga, petani, pelaku UMKM, hingga tokoh masyarakat.
“Kami rutin melakukan reses dan dialog. Dari situ kami bisa tahu kebutuhan masyarakat sebenarnya seperti apa,” ucapnya.
Di balik kesibukan sebagai legislator, Marjan menyebut keluarga sebagai sumber kekuatan terbesar.
“Saya berusaha menjaga keseimbangan. Kalau ada waktu luang, saya manfaatkan untuk keluarga. Mereka yang memberi energi,” katanya.
Selain dikenal dekat dengan masyarakat, Marjan juga memiliki kebiasaan menulis untuk menuangkan gagasan tentang kebijakan dan pembangunan.
“Menulis itu cara saya belajar sekaligus berbagi pikiran. Saya ingin tetap menjadi pembelajar,” tambahnya.
Meski kini tidak lagi mengajar di ruang kelas, Marjan menyebut esensi pengabdian yang ia bawa tidak berubah.
“Bedanya, dulu saya mengajar murid di kelas. Sekarang saya ikut mengarahkan kebijakan agar bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Dari dunia pendidikan hingga parlemen, Marjan Massere kini mengabdikan diri pada ruang yang lebih luas: Kabupaten Maros.