menitindonesia, MAROS – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar mendapat sorotan dari DPRD Maros. Legislator Golkar, Fajrin Amir, menilai pinjaman jumbo itu berpotensi memicu defisit jika tidak dikelola secara hati-hati.
“Kalau bisa dikelola dengan baik tentu berdampak positif. Tapi kalau tidak, dampak terburuknya bisa memicu defisit anggaran,” kata Fajrin, Senin (24/11/2025).
Meski demikian, Fajrin mengaku tak sepenuhnya menolak. Ia memahami kebutuhan mendesak terkait krisis air bersih yang kini melanda sejumlah wilayah di Maros.
“Kalau mengutang pasti tidak ada yang setuju. Tapi kalau memang sangat dibutuhkan dan bisa dikelola dengan baik, kenapa tidak,” ujarnya.
Ia menegaskan DPRD akan mengawasi ketat setiap program yang dibiayai melalui pinjaman tersebut. Pengawasan mencakup pelaksanaan kegiatan hingga pemeriksaan laporan keuangan secara berkala.
BACA JUGA:
Ajukan Pinjaman Rp100 M, Bupati Maros Pastikan Keuangan Daerah Tetap Aman














