Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Kampus untuk Ketahanan Pangan dan UMKM

menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar dan perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan pertanian perkotaan.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa di Balai Sidang 45 Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan perkotaan semakin kompleks, khususnya dalam menjaga ketersediaan pangan dan keberlanjutan UMKM. Karena itu, peran akademisi dinilai penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi.
“Pemerintah Kota Makassar tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dengan perguruan tinggi dan akademisi,” kata Munafri.
Ia mengapresiasi tiga guru besar yang dikukuhkan, yakni Prof. Andi Tenri Fitriyah, Prof. Chahyono, dan Prof. Baharuddin, yang keilmuannya dinilai relevan dengan program strategis pemerintah kota.

BACA JUGA:
Sempat Merugi, Perumda Pasar Makassar Raya Setor Dividen Rp1,3 M Tahun 2025

Munafri menyebut, Makassar sebagai kota dengan keterbatasan lahan pertanian menghadapi tantangan serius dalam ketahanan pangan, mengingat jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,4 juta jiwa.
Untuk itu, Pemkot Makassar mendorong inovasi seperti urban farming dan vertical farming, serta penguatan UMKM melalui tata kelola dan inovasi usaha.
Ia juga menyoroti kondisi UMKM di Makassar, di mana sekitar 60 persen masih rentan. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir untuk mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor.
Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan perguruan tinggi merupakan mitra strategis Pemkot Makassar dalam mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.