Infografis pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap Program Makan Bergizi Gratis, dari dapur produksi hingga makanan dikonsumsi siswa SDN 05 Jati, Jakarta Timur.
Taruna Ikrar menyampaikan pesan cinta Presiden Prabowo lewat Makan Bergizi Gratis yang dijaga ketat BPOM. Dari meja omprengan hingga senyum anak-anak, negara hadir memastikan masa depan mereka tumbuh sehat dan kuat.
menitindonesia, JAKARTA — Di sebuah Sekolah Dasar, pesan Presiden Prabowo tentang cinta dan harapan untuk masa depan Indonesia disampaikan dengan bahasa yang paling mudah dipahami: makanan bergizi di piring anak-anak sekolah.
Setibanya di SD Negeri 05 Jati, Pulo Gadung, Rabu (21/1/2025) Jam 07.30 WIB, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., tidak langsung berdiri di depan kelas. Ia lebih dulu mendekati meja penampungan. Di sana, paket-paket Program Makan Bergizi Gratis tersusun rapi dalam omprengan—menunggu untuk dibagikan kepada para siswa.
Satu per satu paket diperiksanya. Taruna memastikan kemasan tertutup baik, makanan tersimpan aman, dan siap dikonsumsi. Baginya, di titik ini tanggung jawab negara dimulai: sebelum makanan berpindah ke tangan anak-anak, harus lebih dulu memastikan kualitasnya.
Usai memastikan semuanya layak, Taruna masuk ke ruang kelas. Ia menyapa siswa-siswi dengan senyum, lalu berdiri di hadapan mereka. Dengan bahasa yang sederhana dan hangat, ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto.
“Anak-anak, Program Makan Bergizi Gratis ini dibuat karena Bapak Presiden sayang kepada kalian. Presiden ingin kalian tumbuh sehat, kuat, dan pintar. Kalian adalah masa depan Indonesia,” ujar Taruna.
Kelas mendadak hening. Pesan itu mungkin belum sepenuhnya dipahami sebagai kebijakan negara, tetapi terasa sebagai perhatian yang tulus.
Taruna lalu menjelaskan pentingnya makan bergizi. Bukan dengan istilah rumit, melainkan lewat cerita sehari-hari: tentang tubuh yang kuat untuk bermain dan belajar, tentang otak yang cerdas untuk mengejar cita-cita.
Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar berdialog dan memotivasi siswa SDN 05 Jati, menyampaikan pesan Presiden tentang pentingnya makan bergizi untuk masa depan anak Indonesia.
Saat BPOM Hadir di Ruang Kelas
Suasana kelas berubah hangat ketika Taruna membuat kuis kecil. Pertanyaan ringan tentang makanan sehat dilemparkan. Tangan-tangan kecil terangkat, suara anak-anak bersahutan. Tawa pun pecah.
Sebagai apresiasi, Taruna membagikan hadiah sederhana: tas sekolah, dos pensil gambar, dan tumbler minum. Bukan nilainya yang utama, melainkan perhatian yang menyertainya—bahwa negara hadir dan peduli pada keseharian mereka.
Di salah satu kelas, Prof. Taruna menemukan satu hal yang membuatnya berhenti sejenak. Seorang siswa memiliki fobia terhadap nasi. Tanpa ragu, menu anak itu langsung disesuaikan. Nasi diganti kentang sebagai sumber karbohidrat. “Setiap anak berbeda. Yang penting gizinya tetap terpenuhi,” kata Taruna.
Bagi Prof. Taruna, Program Makan Bergizi Gratis adalah upaya memastikan setiap anak bisa menerima asupan gizi sesuai kondisi dan kebutuhannya. Itulah sebabnya pengawasan tidak boleh berhenti di dapur, tetapi harus sampai pada tahap konsumsi di ruang kelas.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 tentang Makang Bergizi Gratis tahun 2025, BPOM memang ditugaskan khusus untuk mengawal Program Makan Bergizi Gratis dari sisi keamanan dan mutu pangan—mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga makanan dikonsumsi oleh siswa.
Di SD Negeri 05 Jati, pengawasan itu terasa nyata. Bukan lewat dokumen atau angka statistik, melainkan melalui paket makanan di omprengan, perhatian di ruang kelas, dan senyum anak-anak yang merasa diperhatikan.
Di tempat itulah, Program Makan Bergizi Gratis menemukan maknanya yang paling manusiawi: pesan cinta Presiden untuk anak-anak Indonesia, dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh BPOM, dan disampaikan dengan empati oleh Prof. Taruna Ikrar. (AE)