Suasana gerakan ASRI yang mulai diberlakukan di lingkungan Pemprov Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dengan mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya membangun budaya bersih dan peduli lingkungan di Sulawesi Selatan.
Penerapan Gerakan ASRI ditandai dengan aksi bersih-bersih atau korve serentak yang melibatkan jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel bersama guru dan siswa SMA/SMK di sejumlah ruang publik strategis Kota Makassar, Rabu (4/2/2026).
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan antara lain Pelataran Masjid Kubah 99 Asmaul Husna, Taman Andalan, kawasan Lego-Lego Center Point of Indonesia (CPI), Taman BPJS, hingga Wisma Negara.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan korve Pemprov Sulsel bersama pelajar SMA/SMK dalam rangka Gerakan ASRI peduli kebersihan dan lingkungan,” ujar Andi Sudirman di sela kegiatan.
Gerakan ASRI dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulsel dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel sebagai bentuk keteladanan sekaligus edukasi lingkungan sejak dini kepada generasi muda.
Program ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional pemerintah pusat dan daerah serta Forkopimda se-Indonesia di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjadikan kebersihan lingkungan sebagai gerakan nasional dan budaya keseharian.
Kepala DLHK Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman, mengatakan arahan Presiden menegaskan bahwa kebersihan tidak boleh bersifat seremonial, melainkan menjadi rutinitas di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat.
“Ini arahan Bapak Presiden kepada seluruh jajaran pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa dan kelurahan agar kebersihan menjadi rutinitas di semua instansi dan lingkungan masyarakat,” ujar Kasman.
Ia menambahkan, Gubernur Sulsel telah menginstruksikan agar kegiatan kebersihan dilakukan secara berkala, minimal satu hingga dua kali dalam sepekan, baik di perkantoran, fasilitas umum, permukiman, maupun kawasan wisata.
Dalam waktu dekat, kata Kasman, Gubernur Sulsel juga akan menerbitkan surat edaran khusus terkait penanganan sampah, menyusul persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
“Gerakan ini bersifat masif dan melibatkan seluruh unsur, termasuk BUMN, swasta, dan masyarakat luas agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Iqbal Najamuddin menyebut Gerakan ASRI sebagai langkah awal yang akan diperkuat melalui edaran resmi Gubernur Sulsel kepada seluruh instansi.
“Hasil pertemuan di Sentul menjadi dasar pelaksanaan gerakan ini. Selanjutnya akan ada edaran resmi agar seluruh instansi bergerak secara serentak,” katanya.
Pemprov Sulsel berharap Gerakan ASRI dapat menumbuhkan budaya bersih, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mendorong partisipasi kolektif masyarakat secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.