Telan Anggaran Rp700 Juta, Masjid Baru di Kompleks Kantor Bupati Maros Mulai Difungsikan

Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Wakilnya meresmikan Masjid Baitul Khair di komplek perkantoran Bupati Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros meresmikan Masjid Baitul Khair yang berdiri di kawasan perkantoran Pemkab Maros, Jumat (18/2/2026).
Masjid yang dibangun dengan anggaran Rp700 juta itu diresmikan langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur.
Peresmian masjid seluas 360 meter persegi tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan langsung difungsikan untuk pelaksanaan Salat Jumat perdana.
Masjid berkapasitas 560 jemaah itu dibangun untuk menunjang kebutuhan ibadah aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat yang beraktivitas di lingkungan perkantoran Pemkab Maros.
“Selama ini kita salat berjamaah di lantai dua yang sudah over kapasitas. Karena itu kita hadirkan masjid ini agar lebih representatif, terutama bagi para ASN dalam menjalankan ibadah,” ujar Chaidir dalam sambutannya.

BACA JUGA:
PPPK Paruh Waktu Belum Masuk Daftar Penerima THR Maros

Ia menjelaskan, pembangunan masjid ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga religius dan nyaman.
Chaidir juga mengungkapkan makna di balik nama Baitul Khair yang berarti “rumah kebaikan”. Menurutnya, nama tersebut menjadi simbol harapan agar setiap kebijakan yang lahir dari kawasan perkantoran Pemkab Maros membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Masjid ini kami beri nama Baitul Khair dengan harapan dari tempat ini lahir kebijakan-kebijakan terbaik untuk masyarakat Maros,” katanya.
Momen peresmian ini terasa istimewa karena bertepatan dengan hari kedua Ramadan 1447 Hijriah. Selain itu, Chaidir menyebut angka dua memiliki makna khusus baginya dan wakil bupati.
“Kebetulan angka dua adalah nomor kami saat Pilkada. Hari ini juga genap setahun kami menjabat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Chaidir mengajak seluruh ASN untuk memakmurkan masjid tersebut, tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat interaksi, pembinaan keagamaan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah.
“Memakmurkan masjid ini tanggung jawab kita bersama. Saya harap setiap masuk waktu salat, aktivitas dihentikan sejenak dan kita salat berjamaah di sini,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Masjid Baitul Khair, Pemkab Maros berharap suasana religius di lingkungan kerja semakin kuat, seiring dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.