Tekan Harga Jelang Lebaran, Pemkot Makassar Kerahkan 9 Mobil Pasar Murah Keliling

Mobil pasar murah milik Pemkot Makassar dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Lebaran. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menurunkan sembilan unit mobil pasar murah keliling untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Program intervensi pasar ini dijalankan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau di penghujung Ramadan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, mengatakan mobil pasar murah akan beroperasi di berbagai kecamatan dengan membawa sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir hingga telur.
“Program ini kita jalankan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran,” ujar Appi, Selasa (10/03/2026).

BACA JUGA:
174 Warga Binaan Lapas Maros Aktif Ibadah Ramadan, Banyak Khatam Alquran

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, dan Perum Bulog yang menyiapkan pasokan bahan pangan untuk masyarakat.
Menurut Appi, lonjakan permintaan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri hampir selalu memicu kenaikan harga di pasar. Karena itu, pemerintah harus turun langsung melakukan intervensi.
“Setiap menjelang Idulfitri biasanya terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Karena itu pemerintah harus hadir melakukan intervensi agar harga tetap terkendali,” katanya.
Mobil pasar murah dijadwalkan beroperasi selama 10 hari terakhir Ramadan dan menyasar delapan hingga sembilan titik setiap harinya di berbagai wilayah kecamatan.
Pada tahap awal, pasar murah digelar di Jalan Kapasa Raya, tepatnya di halaman Masjid Nurul Amin, serta di Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso.
Dalam program tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, di antaranya beras SPHP sekitar Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per kemasan, Minyak Kita Rp15 ribu per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Selain menjaga daya beli masyarakat, program ini juga menjadi langkah Pemkot Makassar mengendalikan inflasi daerah yang saat ini tercatat berada di angka 6,23 persen.
“Mobil ini akan bergerak secara bergilir ke berbagai wilayah agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga yang sudah diintervensi pemerintah,” jelasnya.
Appi menegaskan seluruh kecamatan telah diminta menyiapkan titik lokasi pelaksanaan agar distribusi pasar murah menjangkau lebih banyak warga.
“Semua kecamatan sudah diminta menyiapkan titik lokasi. Nanti mobil pasar murah ini akan bergerak bergiliran agar masyarakat di berbagai wilayah bisa terlayani,” ujarnya.
Ia berharap pasar murah keliling tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga.
“Tujuannya jelas, agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dan inflasi di Makassar tetap terkendali,” pungkasnya.