Suasana pelayanan Makkah Route di Bandara Hasanuddin. (ist)
menitindonesia, MAROS – Program layanan Makkah Route di Embarkasi Makassar kembali menuai apresiasi. Sistem ini dinilai mampu memangkas waktu pemeriksaan imigrasi sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah haji asal Indonesia.
Ketua Tim Makkah Route Embarkasi Makassar, Obaid Fala Alotaibi, menyebut proses pemeriksaan kini berlangsung sangat cepat. Bahkan, dalam kondisi normal, verifikasi dokumen bisa selesai dalam hitungan detik.
“Proses ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 menit jika ada kendala. Namun jika sistem berjalan lancar, bisa selesai kurang dari 5 detik,” ujarnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, Makkah Route merupakan bentuk kerja sama antara Arab Saudi dan Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan haji, khususnya pada proses keimigrasian.
Melalui sistem ini, seluruh tahapan pemeriksaan dokumen diselesaikan di bandara keberangkatan. Dengan begitu, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre di imigrasi.
“Nanti saat tiba di bandara Arab Saudi, jemaah langsung menuju bus ke hotel. Bahkan bagasi sudah menunggu di hotel masing-masing,” jelasnya.
Obaid menegaskan, sistem pelayanan dirancang terintegrasi dari awal hingga akhir demi memastikan kenyamanan jemaah selama perjalanan ibadah.
“Jumlah petugas bisa berubah karena sistem rotasi, tapi yang terpenting pelayanan tetap maksimal,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak di Makassar, termasuk otoritas setempat, yang dinilai berperan penting dalam kelancaran program ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kemudahan dan dukungan yang diberikan. Semoga program ini terus berlanjut dan berkembang,” tambahnya.
Diketahui, Embarkasi Makassar menjadi salah satu dari empat embarkasi di Indonesia yang menerapkan Makkah Route, bersama Jakarta, Solo, dan Surabaya. Posisi ini menjadikan Makassar sebagai titik strategis pengembangan layanan haji modern di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Sulsel, Ikbal Ismail, menilai program ini sebagai terobosan penting dalam mempercepat layanan jemaah.
“Selama ini pemeriksaan imigrasi dilakukan di Madinah atau Jeddah. Kini sudah bisa diselesaikan di Makassar sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, area layanan Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin bahkan telah dikategorikan sebagai wilayah kerja otoritas Arab Saudi.
“Ketika jemaah masuk ke area itu, secara sistem sudah dianggap berada di wilayah Arab Saudi. Di situlah pemeriksaan imigrasi dilakukan,” pungkasnya.