Keluar dari Zona Merah, Makassar Melonjak ke Peringkat 9 Kota Toleran di Indonesia

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat memberikan keterangan pers. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Kota Makassar mencatat lonjakan signifikan dalam indeks toleransi nasional. Berdasarkan penilaian SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT) 2026, Makassar resmi masuk 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Makassar melesat dari peringkat ke-52 pada 2024 menjadi posisi ke-9 nasional—naik drastis 43 peringkat.
“Ini capaian bersama. Makassar menunjukkan bahwa kota ini inklusif dan terbuka bagi semua,” ujar Munafri, Rabu (6/5/2026).
Capaian tersebut menjadi penanda kuat bahwa Makassar berhasil keluar dari zona merah intoleransi dan bertransformasi menjadi kota yang lebih ramah terhadap keberagaman.
Munafri menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga.

BACA JUGA:
Persiapan Dikebut, Makassar Optimistis Sukses Gelar HUT Dekranas 2026

“Toleransi bukan sekadar slogan. Harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Penilaian IKT sendiri mengukur berbagai indikator, mulai dari regulasi yang menjamin kebebasan beragama, kebijakan pemerintah daerah, hingga praktik sosial masyarakat dalam menjaga harmoni.
Hasil ini menunjukkan Makassar mampu menghadirkan stabilitas sosial sekaligus membangun ruang hidup yang aman, setara, dan saling menghargai.
Meski demikian, Munafri mengingatkan agar capaian ini tidak membuat semua pihak berpuas diri.
“Ini harus dijaga bersama. Justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas toleransi di kota ini,” katanya.
Pemkot Makassar, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan inklusif, mendorong dialog antarumat beragama, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan potensi konflik sosial.
Budaya gotong royong dan saling menghormati yang telah mengakar di masyarakat juga dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Dengan capaian ini, Makassar diharapkan bisa menjadi contoh bagi kota lain dalam membangun kehidupan yang toleran, inklusif, dan berkeadilan sosial.