Sejarah di 15 Mei, Johannes Kepler Rumuskan Hukum Ketiga Gerak Planet

Ilmuwan Astronomi, Johannes Kepler. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Tanggal 15 Mei menjadi salah satu hari penting dalam sejarah ilmu pengetahuan dunia. Pada hari itu, astronom asal Jerman, Johannes Kepler, berhasil merumuskan hukum ketiga gerak planet, sebuah penemuan yang membantu manusia memahami bagaimana planet bergerak mengelilingi Matahari.
Johannes Kepler lahir pada tahun 1571 di Weil der Stadt, wilayah yang kini berada di Jerman. Masa kecilnya tidak mudah. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sering mengalami gangguan kesehatan. Meski begitu, Kepler memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap langit dan bintang sejak kecil.
Ketertarikannya pada ilmu pengetahuan membawanya belajar matematika dan astronomi. Di masa itu, banyak orang masih percaya bahwa planet bergerak dalam lingkaran sempurna. Namun Kepler mencoba mempelajari data pengamatan langit dengan lebih teliti.

BACA JUGA:
Selamat Hari Pendidikan Nasional, Mengapa Tanggal 2 Mei? Ini Sejarahnya!

Ia bekerja menggunakan catatan astronom terkenal Denmark, Tycho Brahe. Dari penelitian bertahun-tahun, Kepler menemukan bahwa planet ternyata bergerak dengan pola yang lebih rumit, tetapi tetap teratur.
Pada 15 Mei 1618, Kepler menyimpulkan bahwa semakin jauh sebuah planet dari Matahari, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran orbit. Penemuan ini kemudian dikenal sebagai Hukum Ketiga Kepler.
Temuan tersebut menjadi langkah besar dalam perkembangan Astronomy modern. Beberapa puluh tahun kemudian, ilmuwan Inggris Isaac Newton menggunakan dasar pemikiran Kepler untuk mengembangkan teori gravitasi.
Berkat penemuan Kepler, manusia kini dapat memahami pergerakan planet dengan lebih akurat. Prinsip yang ia temukan bahkan masih digunakan hingga sekarang dalam penelitian luar angkasa, peluncuran satelit, dan eksplorasi planet.
Johannes Kepler dikenang sebagai salah satu ilmuwan besar yang membantu membuka jalan bagi lahirnya ilmu astronomi modern dan mengubah cara manusia memandang alam semesta.