Jelang Wukuf di Arafah, Kemenhaj Sulsel Gelar Zikir dan Doa Bersama untuk Jemaah Haji

Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan menggelar zikir dan doa bersama yang dipusatkan di Kabupaten Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan menggelar zikir dan doa bersama yang dipusatkan di Kabupaten Maros, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh kantor Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi kelancaran proses Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan seluruh tahapan pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Makassar sejauh ini berjalan lancar.
Ia menyebut dalam waktu dekat para jemaah akan memasuki fase terpenting dalam rangkaian ibadah haji, yakni wukuf di Arafah yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

BACA JUGA:
14.941 Jemaah Sudah Berangkat, Embarkasi Makassar Tutup Fase Keberangkatan Haji

“Alhamdulillah proses pemberangkatan haji, khususnya di Embarkasi Makassar, berjalan aman dan lancar. Insyaallah pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf, dilanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina. Ini adalah puncak haji,” kata Ikbal.
Menurutnya, tahun ini doa dan zikir bersama kembali diperkuat menjelang Armuzna mengingat fase tersebut menjadi momen paling krusial bagi jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk jemaah asal Sulawesi Selatan.
“Makanya kami berinisiatif melaksanakan doa dan zikir bersama agar proses di Armuzna berjalan aman dan lancar, serta jemaah kita bisa menunaikan ibadah dengan baik,” ujarnya.
Ikbal menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya rutin dilaksanakan menjelang keberangkatan jemaah. Namun kali ini difokuskan menjelang puncak ibadah haji dengan cakupan yang lebih luas.
Pelaksanaan zikir dan doa bersama dipusatkan di Maros atas usulan Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat dan disiarkan secara daring ke seluruh daerah di Sulawesi Selatan.
“Ini atas inisiatif Kemenhaj Maros dan kami sangat mengapresiasi. Kegiatannya terpusat di Maros dan diikuti secara Zoom se-Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengaku bangga Maros dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, doa bersama menjadi momentum penting untuk memohon keselamatan dan kelancaran bagi seluruh jemaah, khususnya asal Sulawesi Selatan.
“Ini momen penting untuk menyambut proses Armuzna, dengan harapan seluruh jemaah, khususnya dari Sulsel dan Maros, dapat berangkat dengan selamat, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali meraih haji mabrur,” katanya.
Ahmad juga memastikan kondisi jemaah haji asal Maros dalam keadaan baik berdasarkan laporan petugas kelompok terbang (kloter) di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, jemaah dalam kondisi sehat. Kami terus mengingatkan agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, serta memperbanyak doa menjelang Armuzna,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepulangan jemaah haji Sulsel dijadwalkan mulai 1 Juni 2026 melalui Embarkasi Makassar. Sementara jemaah asal Maros yang tergabung dalam Kloter 14 dijadwalkan kembali ke tanah air pada 11 Juni mendatang.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji, khususnya saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan pelaksanaan ibadah di Mina dapat berjalan lancar sehingga seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat dan meraih predikat haji mabrur.