Ketua Golkar Makassar, Munafri Arifuddin bersama dengan Edy Muharezky, putra almarhum Yasir. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai memperkuat regenerasi kader dengan membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam dunia politik.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang partai dalam membangun kekuatan organisasi menghadapi dinamika politik dan agenda pemilu mendatang.
Di bawah kepemimpinan Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, proses konsolidasi tidak hanya menyasar kader senior, tetapi juga mendorong lahirnya generasi baru yang siap berkontribusi melalui jalur politik.
Sejumlah anak muda dari berbagai latar belakang mulai bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Golkar. Di antaranya Edy Muharezky, putra almarhum Yasir yang pernah menjabat Asisten I Pemerintah Kota Makassar, serta Rayhan Fahrizal Yusuf, putra Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Fahyuddin.
Munafri menegaskan regenerasi kader merupakan kebutuhan penting bagi setiap partai politik untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan.
Menurutnya, Golkar harus menjadi wadah yang mampu menampung energi, ide, dan kreativitas generasi muda agar dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Regenerasi di tubuh partai itu penting. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda untuk bergabung dan berproses di Golkar,” kata Munafri, Senin (1/6/2026).
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menilai meningkatnya minat generasi muda terhadap politik merupakan sinyal positif yang perlu direspons dengan baik oleh partai politik.
Ia menegaskan politik tidak boleh dipahami semata-mata sebagai arena perebutan kekuasaan, melainkan sebagai sarana untuk menghadirkan solusi dan manfaat bagi masyarakat.
“Politik harus menjadi instrumen pengabdian. Anak-anak muda yang bergabung harus memiliki semangat untuk berkontribusi dan membantu pembangunan daerah,” ujarnya.
Masuknya kader muda dinilai menjadi representasi munculnya generasi baru yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Kota Makassar melalui jalur politik.
Beberapa hari lalu, Golkar Makassar juga mengukuhkan kader-kader muda sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Munafri yang menegaskan kaderisasi merupakan investasi politik jangka panjang bagi partai berlambang pohon beringin itu.
Menurut Appi, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh tingkat elektabilitas, tetapi juga kualitas sumber daya kader yang dimiliki.
Karena itu, penguatan ideologi, loyalitas, kapasitas kepemimpinan, hingga kemampuan membaca tantangan zaman menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kader yang terus dilakukan Golkar Makassar.
Ia memastikan proses kaderisasi tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, tetapi juga bertujuan melahirkan generasi penerus yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap pembangunan.
“Dengan begitu, pemuda-pemuda yang nantinya masuk ke Golkar benar-benar memiliki komitmen kuat untuk membantu dan mendukung pemerintah dalam menyukseskan program-program pembangunan,” jelasnya.
Appi optimistis kombinasi pengalaman kader senior dan energi generasi muda akan menjadi kekuatan baru bagi Golkar Makassar dalam menghadapi berbagai kontestasi politik di masa depan.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam politik, semakin besar pula peluang lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang memahami kebutuhan masyarakat dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
“Partai Golkar harus menjadi rumah besar bagi generasi muda yang ingin berkontribusi. Kita ingin melahirkan kader-kader yang bukan hanya siap berpolitik, tetapi juga siap mengabdi dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.