menitindonesia, Dinamika jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan kembali menjadi sorotan. Di tengah tarik-ulur jadwal dan munculnya berbagai spekulasi politik internal, pengamat komunikasi politik Universitas Hasanuddin, Hasrullah, mengingatkan pentingnya menjaga proses Musda tetap sehat, terbuka, dan demokratis.
Menurut Hasrullah, publik Sulawesi Selatan saat ini tengah menyoroti sejumlah figur yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk memimpin Partai Golkar Sulsel ke depan. Tiga nama yang paling banyak diperbincangkan yakni Ilham Arief Sirajuddin, Munafri Arifuddin, dan Andi Ina Kartika Sari.
“Publik sebenarnya sudah melihat ada figur-figur yang punya pengalaman dan kapasitas. Karena itu, proses Musda sebaiknya berjalan secara elegan dan kompetitif. Jangan lagi ada manuver-manuver yang justru membuat konsolidasi partai terganggu,” kata Hasrullah dikutip Senin (18/5/2026).
Ia menilai dinamika berkepanjangan terkait jadwal Musda berpotensi memunculkan kesan adanya tarik-menarik kepentingan internal yang tidak produktif bagi masa depan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Padahal, menurutnya, Golkar Sulsel selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan politik terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh nasional.
BACA JUGA:
Konsolidasi Rampung, Golkar Sulsel Dorong Musda XI Digelar di Makassar
Appi Dinilai Punya Energi Baru
Dalam pandangan Hasrullah, Golkar Sulsel saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga mampu menghadirkan energi baru dan memperluas jaringan politik partai.
Nama Munafri Arifuddin atau Appi disebut menjadi salah satu figur yang memiliki modal politik dan kemampuan komunikasi publik yang cukup menonjol.
“Appi memiliki kelebihan pada kemampuan manajerial dan komunikasi publik yang relatif baik. Ia juga dikenal mampu membangun jejaring dengan berbagai kalangan, mulai dari dunia usaha, komunitas muda, hingga kelompok profesional. Ini menjadi modal penting untuk membesarkan Golkar ke depan,” jelasnya.
Hasrullah menilai pengalaman Appi memimpin Kota Makassar menjadi nilai tambah karena dianggap memahami tantangan pembangunan daerah di tengah persaingan global saat ini.
Selain itu, pengalaman Appi di dunia organisasi dan olahraga disebut membentuk karakter kepemimpinan yang terbiasa bekerja di bawah tekanan dan membangun solidaritas tim.
BACA JUGA:
Ketum Golkar Minta Kasus Pembunuhan Nus Kei Diusut Tuntas













