Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar memberikan keterangan kepada media saat kunjungan kerja ke BBPOM Surabaya untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan serta mempercepat layanan publik bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Kunjungan kerja Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar ke Surabaya menegaskan komitmen memperkuat pengawasan obat dan makanan sekaligus mempercepat layanan publik guna mendukung pertumbuhan industri dan UMKM yang berdaya saing.
menitindonesia, SURABAYA — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BPOM pusat dan unit pelaksana teknis di daerah dalam meningkatkan efektivitas pengawasan serta kualitas pelayanan publik.
Dalam lawatan ke Kota Pahlawan tersebut, Taruna Ikrar hadir bersama Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM RI Elin Herlina, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM RI dr. Elfi Wardaningsih, M.D., Ph.D. (Elfi Ikrar), Pakar Ahli dan Tim Ahli Kepala BPOM RI, para direktur di lingkungan BPOM RI, serta jajaran pimpinan BBPOM Surabaya yang menyambut langsung kedatangan rombongan, Senin (15/6/2026).
Spanduk penyambutan yang terpasang di halaman kantor BBPOM Surabaya menjadi penanda hangatnya sambutan bagi orang nomor satu di BPOM tersebut. Namun lebih dari itu, kunjungan ini membawa pesan penting tentang arah baru pengawasan obat dan makanan yang tidak hanya kuat dalam fungsi pengawasan, tetapi juga responsif dalam pelayanan.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap produk yang aman dan bermutu, BPOM terus melakukan transformasi kelembagaan. Salah satu fokus yang menjadi perhatian Taruna Ikrar adalah bagaimana pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, lebih mudah, dan tetap menjunjung tinggi standar keamanan yang ketat.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Taruna Ikrar meninjau sejumlah layanan publik yang dijalankan BBPOM Surabaya. Ia juga berdialog dengan jajaran pegawai untuk mendengar berbagai capaian, inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas pengawasan di lapangan.
Menurut Taruna Ikrar, keberhasilan pengawasan tidak hanya ditentukan oleh penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan pelayanan yang memudahkan masyarakat dan pelaku usaha memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dorong UMKM Naik Kelas dan Perkuat Daya Saing Nasional
Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah penyerahan nomor izin edar kepada pelaku usaha pangan olahan melalui program GASPOL SI JEMPOL (Registrasi Pangan Olahan Siap Jemput Bola di Surabaya).
Program inovatif yang dikembangkan BBPOM Surabaya itu dirancang untuk mempercepat proses registrasi produk pangan olahan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pendekatan jemput bola, pelaku usaha mendapatkan pendampingan lebih intensif sehingga mampu memenuhi standar keamanan, mutu, dan legalitas produk secara lebih cepat.
“Bagi banyak UMKM, izin edar bukan hanya dokumen administratif. Legalitas menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang produk menembus jaringan distribusi yang lebih luas,” kata Taruna Ikrar.
Karena itu, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM harus hadir sebagai regulator yang melindungi masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis bagi dunia usaha. Menurutnya, pengawasan yang kuat dan pelayanan yang adaptif merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun industri obat dan makanan yang sehat.
“Kita ingin membangun ekosistem obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Karena itu, pengawasan yang kuat harus dibarengi pelayanan yang memudahkan pelaku usaha untuk berkembang,” ujarnya.
Ketua DWP BPOM RI dr. Elfi Wardaningsih Ikrar turut memberikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi keamanan pangan yang selama ini dijalankan BPOM. Kehadirannya bersama rombongan mencerminkan semangat kolaborasi dalam memperkuat peran BPOM hingga ke daerah.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar untuk terus memperkuat pengawasan berbasis risiko, mempercepat transformasi layanan publik, serta mendukung pertumbuhan industri obat dan makanan nasional yang mampu bersaing di tingkat global