Status UNESCO Global Geopark Dinilai Belum Berdampak, Aktivis Soroti Geosite Yang Terbengkalai

Ketua LSM Bumi Mentari, Ilham Lahiya. (ist)
menitindonesia, MAROS — Status UNESCO Global Geopark yang disandang kawasan Maros-Pangkep selama empat tahun dinilai belum memberikan dampak maksimal terhadap pengelolaan sejumlah situs geologi atau geosite.
Sejumlah aktivis lingkungan menyoroti kinerja badan pengelola geopark. Mereka menilai masih banyak geosite yang belum dikelola secara optimal, bahkan ada yang terbengkalai.
Ketua Lembaga Bumi Mentari, Ilham Lahiya, mengatakan pihaknya sejak awal mendukung penetapan Maros-Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark. Namun, ia menyayangkan status tersebut dinilai belum dimanfaatkan maksimal untuk mengembangkan seluruh geosite.
“Kita bisa lihat ada 13 geosite di Maros dan 16 di Pangkep. Tapi hanya ada sebagian kecil saja yang ada pengelolanya, selebihnya dibiarkan begitu saja dan bahkan ada yang sudah terbengkalai,” kata Ilham.

BACA JUGA:
Revalidasi UNESCO Dimulai, Gubernur Sulsel Sambut Tim Asesor Geopark Maros-Pangkep

Ia mencontohkan Makkorewa Peak di Labuaja, Maros, serta Pulau Cambang-Cambang di Pangkep. Menurutnya, kedua lokasi tersebut sudah lama terbengkalai, tetapi masih tercantum sebagai geosite dalam situs resmi badan pengelola geopark.
“Belum lagi sejumlah site yang tidak dikelola oleh warga setempat, semisal Pantai Kuri, Air Terjun Lacolla dan beberapa tempat yang semestinya itu menjadi tanggung jawab pengelola geopark,” ujarnya.
Ilham menilai kondisi tersebut bertolak belakang dengan tujuan pengelolaan geopark yang seharusnya mampu mendorong pemanfaatan geosite sekaligus membangun ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga mempertanyakan efektivitas anggaran yang telah digelontorkan pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mendukung pengelolaan geopark.
“Jangan sampai pemerintah baik Provinsi dan Kabupaten yang sudah menggelontorkan anggaran ke pengelola justru malah tidak efektif. Karena faktanya begitu,” katanya.
Ilham turut menyoroti proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Ia menilai proses tersebut belum terlihat memberikan dampak terhadap pengembangan geosite yang selama ini dinilai belum optimal.
Menurutnya, asesor justru lebih banyak diarahkan ke lokasi yang memang telah berkembang dan ramai dikunjungi, seperti Bantimurung dan Rammang-Rammang.
“Kita tahu, ada atau tidak adanya status Geopark, baik Bantimurung dan Rammang-Rammang kita tahu sudah bagus. Harusnya ada nilai tambah buat geosite dong,” tegasnya.