Reses Legislator Maros Yusuf Sarro di Mandai, Infrastruktur dan Pendidikan Paling Banyak Disorot

Anggota DPRD Maros, Yusuf Sarro saat menggelar reses di Kecamatan Mandai. (ist)
menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Kabupaten Maros, Muhammad Yusuf Sarro, menerima sederet aspirasi warga saat menggelar reses di daerah pemilihannya yang meliputi Kelurahan Bontoa dan Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, persoalan infrastruktur menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera merealisasikan sejumlah kebutuhan dasar yang dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Beberapa usulan yang mengemuka di antaranya pembangunan pagar dan paving blok masjid, pembuatan portal lingkungan, hingga pengecoran jalan di kawasan Batangase.
“Usulan yang paling banyak disampaikan masyarakat berkaitan dengan infrastruktur dasar yang memang mereka anggap mendesak,” kata Yusuf Sarro.

BACA JUGA:
Laga Inggris vs Argentina Malam Ini, Bupati dan Wabup Maros Beda Jagoan

Tak hanya infrastruktur, warga juga menyoroti pelayanan kesehatan. Masyarakat meminta adanya pembenahan layanan puskesmas yang melayani wilayah Kelurahan Bontoa dan Kelurahan Hasanuddin agar pelayanan kepada warga dapat lebih maksimal.
Selain sektor kesehatan, kebutuhan di bidang pendidikan turut menjadi perhatian. Warga mengusulkan penambahan ruang belajar untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Menurut warga, kebutuhan ruang kelas baru semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar jika tidak segera diantisipasi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Yusuf Sarro memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Maros.
Politisi yang akrab disapa Sarro itu menegaskan setiap usulan akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah daerah sesuai bidang dan kewenangannya masing-masing untuk ditindaklanjuti.
“Seluruh aspirasi yang masuk akan kami perjuangkan dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar bisa menjadi prioritas sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hasil reses tidak hanya menjadi forum penyampaian keluhan, tetapi juga mampu melahirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Mandai.