Gelar Reses, Legislator Maros Andi Safriadi Terima Keluhan Warga Soal Drainase dan Jalan Beton

Legislator Maros, Andi Safriadi saat menggelar reses di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Persoalan drainase menjadi keluhan utama warga saat Anggota DPRD Kabupaten Maros, Andi Safriadi, menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Jumat (17/7/2026).
Warga mengeluhkan kondisi sejumlah saluran drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras sehingga kerap memicu genangan hingga banjir di permukiman.
“Ada beberapa drainase yang menyebabkan terjadinya banjir,” kata Andi Safriadi usai menyerap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena ukuran drainase di sejumlah titik masih terlalu kecil dibanding volume air yang mengalir saat musim hujan.
“Di Ballu-Ballu juga persoalan drainase. Di Maccopa, kalau hujan air sering meluap karena drainasenya kecil, sementara debit air cukup besar,” ujarnya.
Selain perbaikan drainase, warga juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan.

BACA JUGA:
Lanjutkan Pembangunan Jalan Kuri Caddi, Pemkab Maros Kucurkan Rp1,18 Miliar

Salah satu usulan yang mencuat adalah pembangunan jalan beton di sejumlah titik di Kelurahan Pettuadae yang dinilai membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur.
“Masyarakat juga meminta pembangunan jalan beton di Kelurahan Pettuadae,” jelasnya.
Politikus yang juga menjabat Ketua Kadin Maros itu menegaskan seluruh aspirasi masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Maros.
Meski demikian, ia mengingatkan realisasi sejumlah usulan pembangunan masih sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau melihat kondisi saat ini, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat turut berpengaruh terhadap kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Safriadi berharap kondisi fiskal daerah dapat lebih baik pada tahun mendatang sehingga semakin banyak kebutuhan masyarakat yang bisa diakomodasi dalam program pembangunan.
“Kita berdoa semoga tahun depan tidak ada lagi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sehingga lebih banyak aspirasi masyarakat yang bisa diakomodasi,” tutupnya.