Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi, Sebut Industri Wedding Punya Efek Besar bagi Ekonomi Sulsel

Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi saat membuka The Art of Wedding Gallery (TAWG) Season 10 di Four Points by Sheraton Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, saat membuka The Art of Wedding Gallery (TAWG) Season 10 di Four Points by Sheraton Makassar, Jumat (17/7/2026).
Di hadapan pelaku industri kreatif dan pelaku usaha pernikahan, Fatmawati menegaskan bahwa potensi ekonomi kreatif Sulawesi Selatan sangat besar dan harus menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Saya ingin pelaku ekonomi kreatif kita menjadi tuan, menjadi raja di rumah sendiri. Kualitas wedding organizer maupun event organizer Sulawesi Selatan tidak kalah dengan daerah lain,” tegas Fatmawati.
Menurutnya, TAWG bukan sekadar pameran pernikahan, melainkan ruang strategis yang mempertemukan pelaku usaha kreatif, UMKM, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:
MYP Sulsel Rp2,5 Triliun Terus Dikebut, Jalan Penghubung Enrekang-Sidrap Sudah Diaspal

“Ini bukan hanya pameran wedding. TAWG menjadi wadah yang mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat yang sedang mempersiapkan momen pernikahan. Di sini ada ruang promosi, kolaborasi, sekaligus perputaran ekonomi,” ujarnya.
Fatmawati menilai industri pernikahan memiliki efek berganda yang sangat besar terhadap perekonomian daerah karena melibatkan banyak subsektor ekonomi kreatif.
Mulai dari perancang busana, jasa tata rias, fotografi, videografi, dekorasi, wedding organizer, event organizer, hingga sektor perhotelan dan UMKM ikut bergerak dalam satu rantai industri yang sama.
“Kerja-kerja para pelaku ekonomi kreatif ini melibatkan banyak sektor, termasuk UMKM, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.
Karena itu, Pemprov Sulsel berkomitmen terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing tinggi agar mampu menjadi salah satu pilar ekonomi daerah di masa depan.
Fatmawati juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara yang berhasil mempertahankan TAWG hingga memasuki penyelenggaraan ke-10.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa industri kreatif di Sulawesi Selatan memiliki pasar dan potensi yang terus berkembang.
Ia mengajak para pelaku usaha memanfaatkan ajang tersebut untuk memperluas jaringan bisnis, membangun kolaborasi, dan meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kepada para pelaku usaha, manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring dan kolaborasi. Sementara kepada masyarakat, manfaatkan pameran ini untuk mendapatkan referensi terbaik dalam mempersiapkan momen istimewa bersama keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Four Points by Sheraton Makassar, Agus Sunaryo, mengatakan TAWG Season 10 menghadirkan lebih dari 52 eksibitor dari berbagai subsektor industri pernikahan.
Puluhan eksibitor tersebut menampilkan beragam produk dan layanan, mulai dari dekorasi, busana pengantin, fotografi, videografi, tata rias, hingga berbagai kebutuhan pendukung pernikahan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Sulsel berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM semakin kuat sehingga ekonomi kreatif mampu berkembang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Sulawesi Selatan.