Perbaikan Jalan Moncongloe Maros Dimulai, Arus ke Daya Berlaku Satu Lajur hingga 20 Agustus

Ruas jalan poros Moncongloe - Daya yang sedang diperbaiki. (ist)
menitindonesia, MAROS – Proyek peningkatan Jalan Simpang Tiga SPBU Moncongloe, Kabupaten Maros, resmi dimulai. Dampaknya, arus lalu lintas di ruas strategis penghubung Moncongloe-Daya kini hanya diberlakukan satu lajur sehingga pengendara diperkirakan akan mengalami antrean selama masa pengerjaan.
Rekayasa lalu lintas tersebut mulai berlaku sejak 1 Agustus hingga 20 Agustus 2026 seiring dimulainya pekerjaan drainase yang menjadi bagian dari proyek peningkatan jalan.
Selama tahap awal ini, kendaraan dari dua arah hanya bisa melintas secara bergantian sehingga kepadatan lalu lintas sulit dihindari, terutama pada jam sibuk.
Kepala Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, M Ikbal, menegaskan tidak ada penutupan total jalan pada tahap pertama. Namun, seluruh kendaraan hanya dapat menggunakan satu lajur.
“Sebenarnya bukan buka tutup jalan, tetapi akses yang digunakan hanya satu lajur sehingga kendaraan harus mengantre untuk melintas,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan, setelah pekerjaan drainase rampung, proyek akan memasuki tahap berikutnya dengan penutupan total ruas jalan mulai 21 Agustus hingga 17 September 2026 untuk mempercepat proses konstruksi.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Gelontorkan Rp239 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Viral di Porong Moncongloe Maros

Mengantisipasi kemacetan, pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif.
Pengendara yang menuju kawasan Daya dan Kawasan Industri Makassar (KIMA) disarankan melintasi jalur Dusun Biringje’ne atau jalur Kodam III. Sementara pengguna jalan yang hendak menuju Antang dapat melalui jalur Moncongloe Lappara hingga tembus ke BTP.
Adapun kendaraan yang mengarah ke kawasan Sudiang dianjurkan menggunakan jalur Pattontongan.
“Untuk kendaraan menuju kawasan Sudiang disarankan melalui jalur Pattontongan. Sebenarnya banyak jalur alternatif, hanya saja memang agak jauh. Jadi warga diminta berangkat kerja lebih cepat dari biasanya,” ujarnya.
Salah seorang warga Perumahan Bina Sarana Residen, Ashadil, mengaku harus menyesuaikan rute perjalanannya selama proyek berlangsung.
Selama ini, ia rutin melintasi Simpang Tiga SPBU Moncongloe untuk menuju tempat kerja. Namun, jika pengerjaan sudah berjalan penuh, ia memilih menggunakan jalur Biringje’ne meski jaraknya lebih jauh.
“Memang kalau dari arah rumah agak memutar, tapi kalau nanti sudah mulai pengerjaan maka tidak ada jalan lain selain memutar,” katanya.
Pria berusia 39 tahun itu mengaku hingga Sabtu siang masih dapat melintasi jalur seperti biasa karena pekerjaan belum dimulai secara penuh.
“Sampai tadi saya masih lewat jalur yang biasa. Belum ada pengerjaan. Mungkin besok baru mulai dilakukan pengaturan satu lajur. Tapi memang sudah ada material bangunan di pinggir jalan,” pungkasnya.