Tragedi Kebakaran DPRD Makassar Setahun Berlalu, Supratman Sampaikan Duka

Ketua DPRD Makassar, Supratman saat memberikan sambutan di momen Maulid Nabi sekaligus memperingati setahun tragedi di DPRD Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Setahun berlalu, tragedi kebakaran yang terjadi di lingkungan Gedung Sekretariat DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus 2025 masih menyisakan duka.
DPRD Kota Makassar mengenang tragedi yang menewaskan tiga orang tersebut melalui doa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan digelar di Lapangan Tenis Kantor DPRD Kota Makassar, Selasa (1/9/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran DPRD untuk mengenang para korban sekaligus memperkuat pesan persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan perjuangannya.
Menurutnya, nilai persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama menjadi pesan penting, terlebih kegiatan tersebut dirangkaikan dengan doa bersama untuk mengenang tragedi 29 Agustus 2025.

BACA JUGA:
Setahun Tragedi DPRD Makassar, Appi: Jangan Sampai Terulang Lagi

“Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa sesama manusia adalah saudara. Ketika saudara kita mendapatkan musibah dan kehilangan, kita hadir untuk memberikan kekuatan, doa, dan penghiburan,” kata Supratman.
Ia mengatakan satu tahun telah berlalu sejak kebakaran terjadi di lingkungan Kantor Sekretariat DPRD Kota Makassar. Namun, tragedi tersebut masih meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga korban.
Dalam tragedi itu, tiga orang meninggal dunia. Dua di antaranya merupakan staf Sekretariat DPRD Kota Makassar yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar lembaga legislatif tersebut.
“Atas nama pimpinan DPRD Kota Makassar dan seluruh anggota DPRD Kota Makassar, saya menyampaikan penghormatan dan doa yang setulus-tulusnya kepada seluruh korban tragedi 29 Agustus 2025,” ujarnya.
Supratman juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap seluruh amal kebaikan dan pengabdian para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menilai tragedi 29 Agustus 2025 tidak boleh berhenti sebagai peristiwa yang dikenang karena kesedihannya.
Menurutnya, tragedi tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota Makassar dan DPRD agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Tragedi ini tidak akan pernah terlupakan dan akan terus menjadi ingatan dalam aktivitas keseharian kita,” kata Munafri.
Appi menilai terdapat sejumlah pelajaran yang harus diambil dari tragedi tersebut. Salah satunya, pemerintah dituntut semakin responsif terhadap berbagai kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.
Pemerintah, kata dia, harus mampu memberikan perhatian sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.
Selain itu, Munafri menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antarpimpinan daerah. Koordinasi antara pemerintah, DPRD, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan kondisi Kota Makassar tetap aman dan kondusif.
Munafri juga menyoroti pentingnya perlindungan asuransi kendaraan, termasuk dalam menghadapi risiko kerusuhan atau huru-hara.
“Kerugian ini tentu bukan hanya kerugian materiil. Kita kehilangan seorang sahabat, saudara, teman yang harus mengorbankan jiwa demi kebersamaan kita,” tuturnya.
Ia berharap tragedi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif di Kota Makassar.
“Tragedi ini harus dikenang sebagai sesuatu yang tidak boleh terulang lagi. Kejadian itu seharusnya terus mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif yang ada di Kota Makassar untuk bahu-membahu,” pungkas Munafri.