Dr Hasrullah MA - Pakar Komunikasi Politik Fisip Unhas. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah MA, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maros saatnya memikirkan membangun tempat wisata yang monumental, yakni kars Bantimurung dan Rammang-Rammang.
Menurut Hasrullah, Kars yang ada di Maros memiliki keindahan yang setara dengan kars yang ada di Cina dan Vietnam. Bahkan, kata dia, kars Maros merupakan yang terindah di dunia.
Untuk melihat keindahan kars terindah di dunia yang ada di Maros, ujar Hasrullah, haruslah di lihat dari atas.
“Untuk memandang dan mengelilingi hamparan karst Maros, yang membentang dari Bantimurung ke Rammang-Rammang, sudah saatnya Bupati Maros membuat perencanaan membangun kereta gantung,” kata Hasrullah melalui keterangannya, Sabtu (19/11/2022).
Pakar Komunikasi Politik Unhas ini, mencontohkan wisata alam yang ada di Genting, Malaysia, telah menjadi destinasi wisata dunia yang ramai dikunjungi wisatawan manca negara dengan adanya kereta gantung. Wisatawan bisa mengelilingi hutan dan tebing untuk melihat keindahan alam di Genting.
Padahal, kata Hasrullah, jauh lebih indah hamparan karst Maros dibanding Genting, Malaysia. Jika potensi karst itu dijadikan destinasi wisata, lanjut dia, akan mendorong cepat pertumbuhan ekonomi dan perputaran uang terutama di sektor UMKM.
“Kalau destinasi wisata alam Maros dibuatkan fasilitas yang baik untuk menikmati pemandangan alam karst di antara sungai-sungai Rammang-Rammang melalui kereta gantung, akan mendatangkan banyak wisatawan manca negara, apalagi Maros punya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” ucapnya.
Selain itu, Hasrullah juga mengatakan, hasil pembicaraan para pemimpin negara-negara maju dalam G20 di Bali baru-baru ini, mendorong setiap negara untuk mengembangkan destinasi wisata alam sebagai upaya melestarikan lingkungan hidup.
“Kereta gantung ini akan menjadi legacy Chaidir Syam sebagai Bupati Maros. Kalau direncanakan tahun depan, dibangun tahun 2024, bisa dinikmati pada tahun 2025 nanti,” ujar Hasrullah. (roma)