menitindonesia, MAROS – Dari total 404,98 jiwa penduduk Kabupaten Maros, 34.000 orang diantaranya masuk dalam kategori miskin pada tahun 2024. Meski masih terbilang tinggi, angka ini diklaim oleh Pemerintah sudah jauh lebih baik dari tahun 2023.
Hal ini disampaikan oleh Fungsional Perencana Ahli Pertama Bappeda Maros, James David Mangawe, ia menyebut ada penurunan dari 34.960 warga miskin pada 2023. Artinya, ada 960 orang yang keluar dari status itu.
Menurutnya, beberapa program yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maros telah berkontribusi meningkatkan taraf hidup masyarakat. Intervensi dilakukan secara lintas sektor, dengan menyasar bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur.
“Beberapa program yang kami dorong antara lain bantuan perlengkapan sekolah untuk siswa SD dan SMP, pemenuhan cakupan jaminan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), serta penyelenggaraan job fair untuk membuka peluang kerja,” katanya, Senin (05/05/2025).
BACA JUGA:
Bupati Maros Beri Bantuan Motor Trail dan Rp 300 Juta Untuk Ruang Kelas di Sekolah Kolong Dusun Bara














